Sidang Majelis Umum PBB Dukung Perlindungan Warga Sipil Palestina

0
240
Sidang Majelis Umum PBB Dukung Perlindungan Warga Sipil Palestina

Sidang Majelis Umum PBB Dukung Perlindungan Warga Sipil Palestina

Sidang majelis umum PBB mensahkan resolusi itu setelah menolak tuntutan AS untuk menambahkan pengutukan serangan terhadap israel oleh HAMAS.

Dalam resolusi tersebut PBB juga memerintahkan Sekjen PBB Antonio Guterres untuk merekomendasikan mekanisme perlindungan internasional terhadap Palestina yang dijajah oleh Israel.

Resolusi yang berjudul Protection of Palestinian Civilians, dilakukan pemungutan suara yang diusulkan oleh Turki atas nama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Aljazair atas nama Liga Arab.

Hasil akhir pemungutan suara itu ada sebanyak 120 negara mendukung, 8 negara menolak dan 45 negara abstain.

Resolusi Majelis Umum PBB tersebut menyesalkan tindakan Israel yang menggunakan kekuatan mematikan. Mereka lantas menyerukan langkah-langkah perlindungan terhadap warga sipil Palestina.

Dari konflik yang belakangan ini, terdapat lebih 130 warga Palestina tewas dalam kekerasan sejak 30 Maret di jalur Gaza, ribuan lainnya luka-luka akibat serangan berlebihan dari pasukan Israel.

Diketahui 120 negara tersebut mendukung resolusi perlindungan untuk warga sipil Palestina dan menolak desakan Amerika Serikat untuk menyalahkan HAMAS atas kekerasan yang terjadi di Jalur Gaza.

Sebelumnya pemungutan suara dimulai, peserta sidang umum PBB memberi suara mengenai perubahan yang disusun AS dengan tujuan mengutuk HAMAS.

Namun, perubahan itu mayoritas sederhana tetapi gagal mencapai dua pertiga suara yang diperlukan untuk disahkan.

Perubahan yang disusun Amerika Serikat itu mengutuk perlawanan Islam (HAMAS) karena berulang kali menembaki roket ke wilayah Israel dan menjadi pemicu kerusuhan di sepanjang pagar perbatasan sehingga warga sipil terancam.

Duta AS untuk PBB Nikki Hailey mengatakan sifat resolusi ini jelas menunjukkan pada satu sisi. Tidak menyebut HAMAS secara rutin memicu kekerasan di jalur Gaza. Ia menganggap dalam sidang tersebut PBB memihak pada HAMAS dan menyalahkan sepenuhnya pada Israel.

Suara pembelaan terhadap Palestina tak sampai disitu saja, Kelompok Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Human Right Watch dengan tegas menyatakan kekerasan yang dilakukan pasukan Israel di jalur Gaza merupakan kekerasan perang.

Menurut kelompok ini pembunuhan yang terjandi di Gaza perlunya Pengadilan Kejahatan Pidana Internasional untuk membuka penyelidikan terhadap situasi di Palestina.

Direktur HRW Sarah Leahn mengatakan komunitas internasional perlu mengakhiri cara lama Israel melakukan penyelidikan untuk menutupi perilaku pasukannya. Amerika Serikat disebut-sebut memblokir pertanggungjawaban internasional lewat hak veto di Dewan Keamanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here