Wasekjen Gerindra Mengundurkan Diri

0
191
Wakil Sekjen Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman

Wasekjen Gerindra Mengundurkan Diri

Wakil Sekjen Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman mengundurkan diri dari Partai Gerindra.

Surat pengunduran diri Nuruzzaman langsung ditujukan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Selasa (12/6).

“Iya benar,” singkat Nuruzzaman saat dikonfirmasi wartawan.

Dalam suratnya yang ditujukan pada Prabowo, Nuruzzaman mengaku sudah berfikir untuk mundur dari Gerindra sejak Desember 2017. Alasannya, kontribusi dan ketulusannya berjuang bersama Gerindra tidak pernah terakomodir. Namun, keputusannya mundur baru terealisasi hari ini, Selasa (12/6).

Penyebab mundurnya karena pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang menyakiti hatinya.

“Hari ini, 12 Juni 2018, saya marah. Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden,” tuturnya dalam surat yang beredar di kalangan wartawan.

Bagi santri sepertinya, penghinaan terhadap kiai menyangkut harga diri dan marwah. Menurut Nuruzzaman, ini tidak sepenuhnya dimengerti Prabowo karena sang ketua umum lebih mementingkan hal politis saja.

Dalam suratnya, dia menyampaikan kekesalan yang selama ini dipendam karena perjuangan Gerindra dinilai berubah. Nuruzzaman yang bergabung dengan Gerindra pada medio 2014 mengaku smepat berbangga hati bisa mengawal Prabowo di perhelatan akbar Pilpres melawan Joko Widodo. Di awal, dia membanggakan sosok Prabowo.

“Bahkan saya masih bangga walau Bapak kalah, tapi muka dan dada Bapak tidak menunjukkan kekalahan sebab Bapak adalah pemenang bagi saya,” ucapnya.

Dia bercerita pernah mencalonkan diri sebagai Caleg pada tahun yang sama yakni 2014 dan masuk di kepengurusan Partai Gerindra walau jarang diundang mengikuti rapat. Menurutnya, tak terlalu masalah baginya sebab selama Prabowo yang pimpin, ia pertaruhkan kepercayaan saya dan ikhtiar saya ke Gerindra.

Namun seiring berjalannya waktu, partai Gerindra dinilainya berbelok menjadi sebuah kendaraan kepentingan yang bukan lagi berkarakter pada kepedulian dan keberanian. Tapi berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar kepentingan.

“Mark my words Pak Prabowo. Manuver Gerindra yang sangat patriotik sekarang lebih menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan politis busuk yang hanya berkutat pada kepentingan saja, sama sekali hilang Indonesia raya yang ada di dada setiap kader Gerindra,” sambungnya.

Makin parah lagi, Nuruzzaman menambahkan, pengurus Gerindra makin liar ikut menari pada isu SARA di kampanye Pilkada DKI di mana Nuruzzaman merasa sangat berat untuk melangkah berjuang. Karena isi perjuangan Gerindra hanya untuk kepentingan elitnya saja sambil terus menerus menyerang penguasa dengan tanpa data yang akurat.

“Isu SARA yang sudah melampaui batas dan meletakkan Jakarta sebagai kota paling intoleran adalah karena kontribusi elit Gerindra yang semua haus kekuasaan dunia saja, tanpa mau lagi peduli pada rakyat di mana Bapak harusnya berpijak,” tegasnya.

Dia kecewa terhadap Prabowo. Sebab, mantan Danjen Kopassus itu tak lagi mau mendengar kader Gerindra yang berjuang demi Indonesia melalui kendaraan partai politik. Kini, setelah mundur dari Gerindra, dia menebar ancaman. Dia bakal melawan partai yang pernah diperjuangkannya.

“Akhir kata, saya Mohammad Nuruzzaman, kader Gerindra hari ini mundur dari Partai Gerindra dan saya pastikan, saya akan berjuang untuk melawan Gerindra dan elit busuknya sampai kapan pun. Semoga Bapak selalu sehat,” tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here