KH Yahya Cholil Staquf ke Israel Lanjutkan Langkah Gusdur

0
76
Ini Materi Kuliah Yahya Cholil Staquf di Israel

KH Yahya Cholil Staquf ke Israel Lanjutkan Langkah Gusdur

Kehadirannya sebagai pemateri pada kuliah umum The Israel Council on Foreign Relations oleh American Jewish Committee (AJC) merupakan bentuk dari melanjutkan langkah mantan Presiden Abdurahman Wahid atau Gusdur.

“Ini kehormatan bagi kami, bagi NU, menjadi generasi yang meneruskan langkah yang telah dilakukan Presiden Abdurahman Wahid hingga kami bisa mengunjungi Yerusallem,” ujar pria bernama lengkap Yahya Cholil Staquf itu dalam video yang diunggah di Youtube pada akun American Jewish Committee, AJCGlobal Selasa 12 Juni 2018.

Kuliah yang bertemakan Shifting the Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation, dihelat di The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem.

Rabbi David Rossen yang memandu kuliah umum tersebut mengatakan, 16 tahun lalu Gus Dur hadir sebagai pemateri pada Forum AJC. Menurut dia, kehadiran Yahya Staquf saat ini bukan hanya sebatas melanjutkan langkah Gus Dur saja, namun hal ini akan memberikan satu pertanda bagi dunia.

Menanggapi hal itu, Yahya Staquf menyebutkan, apa yang dia dan murid-murid Gus Dur lainnya lakukan sebagai penerus sekarang adalah melanjutkan visi dan idealisme yang telah dikembangkan oleh Gus Dur. Tentang keberlangsungan kehidupan manusia jangka panjang.

“Itu tidak bisa didapatkan dengan segera, dan Gus Dur telah melakukan bagiannya, sekarang giliran kami murid-muridnya untuk melanjutkannya. Dan kami merasa beruntung atas itu,” ujar anggota Dewan Pertimbangan Presiden tersebut.

Menurut Yahya, hal yang telah diajarkan oleh Gus Dur membawa Indonesia ke arah yang lebih mampu untuk melihat segala seseuatu dengan lebih jelas. “Hingga kami mencapai satu titik dimana kami bisa melihat sesuatu lebih jelas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yahya Staquf menjelaskan salah satu ide yang NU tawarkan sebagai solusi bagi konflik di dunia terutama konflik agama adalah Rahmah, atau kasih sayang dan kepedulian satu sama lain.

Yahya berpendapat, orang yang tidak memiliki Rahmah dan kepedulian kepada orang lain, tidak akan bisa memberikan keadilan bagi orang lain.’Kita harus memilih Rahmah, karena ini adalah awal dari semua hal baik yang kita selalu idamkan. Jika kita memilih Rahmah, baru kita bisa berbicara soal keadilan,” ujarnya.

“Jika saya ingin berkata kepada dunia, saya akan serukan untuk memilih Rahmah,” ujar Yahya yang langsung disambut tepuk tangan peserta kuliah terebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here