Jumlah Senjata yang Disita Napi Teroris

0
333

Liputan1.com-Tindakan persuasif untuk mengakhiri penyanderaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok yang terjadi sejak Selasa (8/5) malam masih diupayakan pihak negosiator

Napi teroris diketahui menyandera satu anggota Densus 88 dengan senjata yang berhasil direbut.

Terdengar suara 2 kali tembakan di dekat Rutan Mako Brimob Depok

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengaku belum ada data pasti jumlah narapidana teroris yang melakukan penyanderaan.

Begitu juga berapa jumlah senjata yang dikuasai para teroris tersebut.

Setyo hanya bisa memperkirakan, jumlah senjata yang dikuasai para napi tersebut sebanyak sandera dan lima korban tewas dari pihak Polisi.

“Jumlahnya kita cek lagi, kemudian senjata yang ada di dalam diperkirakan sebanyak yang diambil dari rekan kami yang gugur bawa senjata dirampas oleh mereka. Jumlahnya kami masih lakaukan pendalaman,” kata Setyo saat jumpa pers di RS Mako Brimob, Rabu (9/5).

Setyo menjelaskan, dalam Rutan Brimob dibagi menjadi tiga bagian yakni blok A, blok B dan blok C. Sayang jumlah pasti dia tak bisa mendapatkan data yang akurat. Tapi, dia menyatakan bahwa Rutan tersebut sudah over kapasitas.

“Di situ ada masih (napi) yang dalam proses penyidikan, sementara diperiksa kemarin baru datang jadi jumlahnya tidak tahu pasti,” kata Setyo memastikan.

Soal senjata, Setya juga menegaskan, bahwa polisi belum berhasil merebut kembali yang dirampas oleh para napi teroris tersebut. Dia menekankan, saat ini tim masih terus mengupayakan agar ada jalan damai dalam penyanderaan tersebut.

“Senjata, itu tadi, masih kita belum bisa mengambil balik masih di mereka,” tutur dia.

Masalah tuntutan yang diminta para napi terorisme itu, Setyo menegaskan, belum bisa membuka. Karena tim negosiator masih melakukan upaya persuasif.

“Masalah tuntutan tidak bisa saya buka di forum ini, ada tuntutan yang maaf saya harus close, karena tim masih jalan, yang lain mungkin nanti kita akan gali lagi,” terang dia.

Saat ini masih ada satu orang anggota Densus 88 yang masih disandera. Polisi atas nama Bripka Iwan Sarjana itu diyakini masih dalam keadaan baik.

“Kondisi sandera kita berharap masih baik-baik saja, kita berharap demikian, moga-moga segera kita bisa lakukan negosisai,” tutup dia.

Diketahui, enam korban tewas akibat aksi kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kepala Dua Depok. Lima dari polisi dan satu dari napi teroris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here