Tim Gulat Indonesia Ikut Kejuaraan Gulat Kadet dan Yunior Asia Tenggara, di Rayong, Thailand

0
401
Tim Gulat Indonesia Ikut Kejuaraan Gulat Kadet dan Yunior Asia Tenggara, di Rayong, Thailand

Liputan1.com-Tim Gulat Indonesia Ikut Kejuaraan Gulat Kadet dan Yunior Asia Tenggara, di Rayong, Thailand

Indonesia mengirimkan 17 pegulat terbaik untuk berkompetisi di Kejuaraan Gulat Kadet dan Yunior Asia Tenggara, di Rayong, Thailand, yang dilangsungkan 4 hingga 7 April mendatang. Para pegulat yang berasal dari Banten, Jateng, dan Jatim bertolak ke Bangkok dengan Singapore Airlines dari Bandara Juanda, Surabaya, pukul 10.10 WIB Senin (2/4/2018) pagi ini.

Kejuaraan Gulat khusus kadet dan yunior ASEAN ini diselenggarakan oleh Federasi Gulat Thailand hampir setiap tahun, bekerja-sama dengan kementerian pariwisata setempat. Pengprov PGSI Jatim yang rutin diundang mengikuti event untuk kesinambungan pembinaan ini.

Pada penyelenggaraan tahun 2018 ini Pengprov PGSI Jatim menggandeng beberapa pengprov lainnya untuk turut mengomentisikan pegulat kadet dan yuniornya, yang kemudian disambut baik oleh Pengprov PGSI Banten dan Jateng.

“Pengprov PGSI Kalsel semula juga menyatakan siap mengikutsertakan empat pegulatnya, tetapi belakangan tidak jadi,” ungkap Fathur Rahman, manajer tim ke Kejuaraan Gulat Kadet & Yunior ASEAN 2018 ini di Bandara Juanda Senin pagi.
Manajer Tim Fathur Rahman bersama Mutiara Ayuningtyas, satu-satunya pegulat pelatnas yang diikutkan ke kejuaraan ASEAN. (Foto/Adhi-PJ)

Fathur Rahman menjelaskan, dari Pengprov PGSI Jatim dikompetisikan 13 pegulat. Pengprov PGSI Banten dan Jateng masing-masing mengomentisikan satu dan tiga pegulatnya. Satu pegulat asal Banten adalah Fauzul Adim, yang dikompetisikan di kelas 55 kg gaya Grego Roman. Sementara tiga pegulat Pengprov PGSI Jateng adalah Siti Aliyah, asal Tegal, berkompetisi di kelas 63 kg Gaya Bebas Putri, Khoiril Mustakul Huda, dari Demak, terjun di kelas 63 kg Gaya Grego Roman, dan Rachmad Adila, asal Demak, tampil di kelas 69 kg Gaya Bebas Putra.

Kadet diperuntukkan bagi pegulat dari rentang usia 16-17 tahun, sementara yunior 18-20 tahun, dan senior di atasnya.

Karena usianya masih memungkinkan, event ini diikuti juga oleh salah seorang dari pegulat Pelatnas Asian Games XVIII/2018, yakni Mutiara Ayuningtyas. Pegulat putri asal Kabupaten Malang, Jatim, ini berkompetisi di kelas 59 kg Gaya Bebas kategori yunior. Fathur Rahman sempat berpose dengan Mutiara Ayuningtyas.

Pegulat Jatim lainnya adalah: Supriono (Yunior/Grego/77 kg/Malang), Rachmat Hadi Wijaya (Yunior/Bebas Putra/70 kg/Surabaya), Varadisa Septi Putri Hidayat (Kadet/Bebas Putri//73 kg/Kab. Malang), Iin Wijayanti (Yunior/Bebas Putri/48 kg/Kab. Malang), Afriya Kurniawati (Yunior/ Bebas Putri/62 kg/Kota Malang), Dhida Wahyu Nusantara (Kadet/ Grego/60 kg/Kota Malang), Zahwan Hanif (Kadet/Bebas Putra/55 kg/Kota Malang), Ari Akbar Rahmandani (Kadet/Bebas Putra/71 kg/Lumajang), Syahril Anam (Kadet/Bebas Putra/60 kg/Nganjuk), Siti Aminah (Yunior/Bebas Putri/44 kg/Tuban), Candra Marmar (Kadet/Bebas Putri/ 49 kg/Tuban), Sholli (Kadet/Bebas Putra/48 kg/Surabaya).

Fathur Rahman sebagai manajer dibantu oleh tiga ofisial, yakni Basuki Rachmad, Wahyudi, dan Imam Bakir. “Kami juga menyertakan dua wasit, yakni Anzar Dwi Kurnia Putra (Lumajang) dan Agus Setiawan (Mojokerto),” papar Atung, sapaan akrab Fathur Rahman, yang juga salah satu pelatih di Pelatnas Gulat Asian Games XVIII/2018 bersama Edem Abduraimov, Buyamin dan Zulhaidir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here