Michael Owen Masuk ke Bisnis Investasi

0
21
Michael Owen Masuk ke Bisnis Investasi/foto : istimewa

Liputan1.com-Michael Owen Masuk ke Bisnis Investasi

Bintang lapangan hijau asal Inggris yang telah membela klub raksasa sekelas Liverpool dan Real Madrid ini masuk ke dunia cryptocurrency.

Dalam wawancaranya dengan CNBC’s lewat acara “Squawk Box” pada hari Selasa lalu, Owen mengungkapkan alasan di balik investasinya di Global Crypto Offering Exchange (GCOX) yang berbasis di Singapura. Investasinya itu, menjadikan dirinya sebagai selebriti pertama di dunia yang bermain dalam investasi uang digital tersebut.

“Karir seorang olahragawan cukup singkat” dan masih ada kehidupan untuk hidup setelah pensiun, kata Owen seperti dilansir CNBC.com.
Setelah pensiun dari dunia olahraga profesional pada usia 33 tahun, kini pria berusia 38 tahun itu lebih fokus menjalani bisnis.

Meskipun risiko dalam cryptocurrency banyak mengkhawatirkan dunia, Owen mengatakan dia melihat teknologi sebagai platform yang baik untuk selebriti seperti dirinya untuk berinteraksi langsung dengan penggemar.

Owen mengatakan bahwa seseorang harus berani saat berinvestasi dalam sebuah aset tertentu.

“Dunia berevolusi, dan saya pikir kadang-kadang Anda harus berani,” katanya.

Menurutnya, keputusannya bermain di mata uang digital itu juga sudah mempertimbangkan risiko yang mungkin ditimbulkannya.

GCOX sendiri selain menggaet Michael Owen juga mengajak legenda tinju dunia Manny Pacquaio bergabung dalam investasi digital tersebut.

Nantinya, selebriti akan dapat meluncurkan token mereka sendiri melalui GCOX dan menjual barang dagangan dan layanan yang akan dibayar dalam token. Para selebritis kemudian akan memiliki pilihan untuk menukar token untuk Bitcoin atau Eter sebelum menguangkan pada tingkat pasar yang berlaku, kata juru bicara GCOX pada CNBC.

GCOX mengatakan dengan platform ini akan memungkinkan selebriti untuk menciptakan “cryptocurrency pribadi” dan mengelola penawaran koin awal mereka sendiri (ICO).

Artinya, dengan cukup banyak koin di pasar, platform itu bisa menjadi “indeks popularitas otoritatif pertama di dunia,” demikian klaim perusahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here