Masjid Megah di Malang Ini Dijuluki Masjid Jin, Penasaran?

0
398

LIPUTAN1.COM-Suka wisata religi atau hobi mengunjungi masjid megah? Melangkah ke
Kabupaten Malang adalah pilihan tepat. Di daerah Turen, terdapat
masjid megah yang penuh dengan misteri. Namanya adalah Masjid Tiban.

Saking banyak misterinya, tidak sedikit masyarakat yang menyebutnya
sebagai Masjid Jin.

Memiliki gedung utama hingga 10 lantai, wisata religi yang berlokasi
di jalan KH Wahid Hasyim, Gang Anyar RT 27 Rw 06 Desa Sanarejo,
Kecamatan Turen, setiap hari dikunjungi ribuan wisatawan.

“Mereka tak hanya datang dari daerah Jawa Timur, ada juga wisatawan
dari luar Jawa. Bahkan, wisatawan dari Malaysia dan Brunei Darussalam
kerap datang,” ujar pengurus pondok pesantren tersebut Ustadz Iphoeng
HD Purwanto, Minggu (25/2).

Ustadz Iphoeng mengungkapkan, Masjid Tiban ini dibangun oleh romo KH.
Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam pada tahun 1976.

Masjid Tiban adalah sebagian bangunan Pondok Pesantren Syalafiyah
Bihaaru Bahri’ Asali Fadlaairil Rahmah. Bangunan pondok tersebut
memang tergolong unik, antik dan megah.

Bangunan yang berasitektur dengan gaya Timur Tengah ini, berlantai 10
yang hampir di setiap temboknya terdapat ukiran dan kaligrafi. Warna
biru mendominasi bangunan.

Di sekeliling ponpes juga terdapat berbagai bangunan kecil seperti
menara yang ada di setiap masjid. Di dalam masjid ini juga terdapat
sebuah aquarium dan perpustakaan yang berisi buku-buku tentang Islam.

“Masjid ini mulai dibangun dari bawah tanah. Tepatnya di lantai tiga.
Di situ terdapat sebuah tiang penyangga dari seluruh bangunan yang
terbuat dari tanah liat. Satu tiang yang dibuat dari tanah liat itu
yang menjadi roh atau kekuatan dari seluruh bangunan,” ungkap pria
yang akrab dipanggil Gus Ipung ini.

Lantai 1 sampai 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para santri.
Lantai 6 seperti ruang keluarga, sedangkan lantai 5,7,8 terdapat
toko-toko kecil yang dikelola para santriwati.

“Toko-toko ini menjual berbagai macam makanan ringan yang dijual
dengan harga murah. Selain itu ada juga barang-barang seperti pakaian,
sarung, sajadah, jilbab, tasbih, dan lain sebagainya,” sebutnya.

Meski gaya arsitekturnya nyentrik seperti bangunan Timur Tengah,
nyatanya tak ada arsitek yang merancang Masjid Tiban. Dikatakan Gus
Ipung, adalah KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh yang mendapatkan
petunjuk membangun masjid ini lewat Salat Istikharah.

Masjid Tiban dibangun sedikit demi sedikit. Konsep yang diusung adalah
ramah lingkungan. Masjid di lahan sekitar 6 hektar ini memang tak
pernah berhenti proses pembangunannya.

Namun, Masjid Tiban bukan dibangun tentara jin. Masjid ini dibuat oleh
para santri. Tapi, tak sedikit wisatawan yang penasaran dan akhirnya
datang sendiri ke masjid ini

Untuk masuk ke masjid ini tidak di kenakan biaya apapun. Parkir
kendaraan saja juga gratis. Hanya saja setiap pengunjung diminta untuk
mengambil kartu masuk dan kartu keluanya.

“Tujuan dari romo Kiai Ahmad yang mendirikan ponpes ini tak lain untuk
dikunjungi semua orang. Baik umat islam maupun non islam,” pungkas Gus
Ipung.

Masjid Tiban berada di daerah Turen. Yang tidak suka ribet, dari
Malang bisa naik mobil carteran. Harganya sekitar Rp200 ribu-Rp300
ribu PP. Kalau mau yang lebih murah, angkutan umum adalah pilihannya.

Dari Malang, naik angkutan umum menuju Terminal Gadang. Kemudian,
dilanjutkan cari bus besar rute Malang-Turen-Dampit. Bus besar ini
biasanya berangkat setengah jam sekali. Kemudian naik ojek ke Masjid
Tiban. Waktu  tempuh dari Malang ke masjid Tiban kira – kira dua jam.

Wisatawan pun tidak perlu khawatir mencari penginapan. Banyak pilihan
tempat dengan aneka harga. Seperti penginapan Front One Boutique dan
Trio Indah 2 yang menawarkan harga sekitar Rp300 ribu perkamar.

Ada juga Ijen Suite Resort & Convention yang membuka harga Rp500 ribu.
Kalau mau yang lebih mewah, ada Jambuluwuk Batu Resort dengan harga
kamar mencapai Rp.1 juta.

Tunggu apa lagi, segera buktikan keindahan dan misteri Masjid Jin.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here