Berkunjung ke Kampung Bena Yuk, Dijamin Unik

0
264

LIPUTAN1.COM-Hai Travelers. Apakah kamu tipe orang yang suka dengan kekayaan alam nusantara? Kalau iya, coba deh cari waktu mengunjungi Kampung Bena, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Kampung Bena masuk dalam wisata budaya. Pengalaman berharga akan didapat dari perkampungan adat yang unik ini loh. Kampung Bena tidak tergerus waktu. 

Walau sudah era kekinian, penduduknya masih memegang erat tradisi nenek moyang. Mereka sama sekali tidak mau mengikuti perkembangan zaman. Luar biasa ya.

Kampung Bena merupakan salah satu kampung adat tertua di daratan Flores, NTT. Kampung ini terletak di kaki Gunung Inerie. Keunikan kampung ini tidak hanya sebatas bentuk rumah dan tradisinya. Ada juga pemandangan Gunung Inerie yang mempesona dan memanjakan. 

Berdiri di tahan adat, Kampung Bena memiliki sembilan suku. Yaitu Bena, Dizi, Dizi Azi, Wahto, Deru Lalulewa, Deru Solamae, Ngada, Khopa, dan Ago. Total terdapat  326 orang yang menempati 45 rumah kayu.

Tahu ngga, rumah suku-suku itu hanya dipisahkan oleh tingkatan-tingkatan. Masing-masing suku menempati satu tingkat. Tingkat paling tengah dihuni oleh suku Bena. Sebab, suku itu dianggap paling tua dan menjadi pionir pendiri kampung.

Bentuk Kampung Bena memanjang dari utara ke selatan. Sekilas, terlihat seperti perahu. Pintu masuk Kampung Bena hanya dari utara. Sementara ujung lainnya di bagian selatan sudah merupakan puncak sekaligus tepi tebing yang terjal.

Banyak cerita tentang asal muasal kampung yang diperkirakan telah ada sejak 1.200 tahun lalu itu. Rumah ada Kampung Bena diperkirakan peninggalan era megalitikum. 

Penilaian tersebut berdasarkan rumah adat yang masih beratap alang-alang. Kemudian dipadu dengan susunan batu-batu gunung. Pada area halaman tengah (kampung) terdapat ngadhu dan bhaga, simbol hubungan kekerabatan antara leluhur dan generasi itu sampai selamanya.

Ngadhu merupakan representasi nenek moyang laki-laki dari satu klen (suku). Ngadhu tersimbol dalam bentuk sebuah tiang kayu memanjang yang diukir dengan motif sawa. Ia juga beratap alang-alang dan ijuk dengan dua tangan memegang parang dan tombak.

Di depan setiap rumahnya, biasanya akan ada tumpukan tengkorak kerbau yang disusun rapi. Tengkorak kerbau ini dari hasil upacara adat yang diadakan pemilik rumah. Semakin banyak tengkoraknya semakin tinggi status sosialnya. 

Sedangkan Bhaga merupakan representasi nenek moyang perempuan dari sebuah suku. 

Warga Bena sebagian besar bermata pencarian sebagai petani. Selain hasil pangan jagung, umbi-umbian dan kacang-kacangan, mereka juga meraih penghasilan dari berkebun kopi, kemiri dan komoditas perkebunan lain yang tumbuh subur di kaki Gunung Inerie.

Kaum perempuan di sana terbiasa menenun untuk dijual ke para wisatawan atau ke Kota Bajawa. 

Keunikan kehidupan Kampung Bena yang masih bertahan tersebut menjadi daya pikat bagi wisatawan. Hebatnya, wisatawan yang datang pun tidak hanya dari lokal. Ada juga wisatawan mancanegara seperti dari Belanda, Jepang, Belgia, dan negara Eropa lainnya.

Kabupaten Ngada berjarak kurang lebih 628 kilometer dari Ibu Kota Provinsi NTT, Kupang. Kabupaten Ngada bisa dituju menggunakan penerbangan pesawat langsung dari Bandara Kupang dengan estimasi waktu perjalanan satu jam.

Desa Bena letaknya sekitar 19 km dari Kota Bajawa. Perjalanan menuju ke Desa Bena bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses jalannya sudah cukup halus dan beraspal, tetapi jalannya berkelok-kelok dan naik turun. 

Jika kamu datang dari Bandara Soa Kupang, perjalanan bisa dilakukan menggunakan travel ke Kota Bajawa. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menggunakan jasa ojek. Waktu tempuhnya kurang lebih setengah jam.

Untuk mengunjungi Desa Bena, kamu tidak perlu membayar tiket. Namun, ada donasi seikhlasnya saat mengisi buku tamu. Atau, membeli karya hasil tenun yang dibuat penduduknya.

Untuk penginapan, yang paling dekat adalah penginapan Manulalu Bed & Breakfast. Penginapan ini juga unik. Design interiornya cantik. Dibalut europe vintage interior design.

Lokasinya juga menjadi nilai plus tempat ini. Penginapan ini berada di Bajawa, 20 menit dari tempat wisata Kampung Bena. Lokasinya tidak terletak di jalan utama. (Giri Prakosa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here