Kemenpora Dukung Langkah FOPSSI Bangun Sepak Bola Usia Dini

0
285
LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Pembinaan usia muda merupakan hal yang sangat penting. Dengan begitu, akan muncul bibit-bibit baru berkualitas bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Indonesia sendiri merupakan salahsatu negara yang menggemari olahraga sepak bola. Hal itu terbukti dari banyaknya jumlah sekolah sepak bola (SSB) yang ada di tanah air.
Munculnya pemain berkualitas pun tak lepas dari pelatihan yang diberikan oleh SSB tersebut. Oleh karena itu, hadirnnya sebuah organisasi Forum Pembinaan Sekolah Sepakbola Indonesia (FOPSSI) diharapkan mampu menjadi atap bagi SSB yang ada diseluruh Indonesia.
Hari ini, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta pun mengukuhkan pengurus FOPSSI masa bakti 2018 hingga 2023 di Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat, Senin (26/2/2018).
Isnanta menyampaikan bahwa ia sangat merespon lahirnya sebuah forum pembinaan usia muda dalam sepak bola di Indonesia. Karena menurutnya, Indonesia adalah negara yang luas dan juga memiliki masyarakat yang cinta terhadap dunia sepak bola.
“Kami merespon lahirnya sebuah forum untuk pembinaan sepak bola usia muda. Karena, prestasi dalam sepak bola sangat di rindukan oleh masyarakat. Tapi untuk bisa berprestasi tak mungkin Kemenpora dan PSSI menyiapkannya sendiri,” kata Isnanta.
“Mengingat, Indonesia itu negara yang luas dan tidak seperti Singapura. Maka dari itu, Kemenpora terlalu pendek tangannya kalau setiap hari harus membina langsung dari Sabang sampe Merauke,” sambungnya.
Dengan begitu, ia mempercayakan keapda FOPSSI yang akan membina usia muda di Indonesia untuk mencetak pemain berprestasi. Salahsatunya dengan ciptakan bibit-bibit muda dari SSB.
“Dengan adanya FOPSSI ini, Kita berharap nantinya ada diklat-diklat sepak bola usia muda. selain itu, forum ini juga mampu membidik calon pemain berkualitas di setiap daerah dan plosok-plosok Indonesia yang memang belum tersentuh dengan sebuah pembinaan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, saat ini Kemenpora sendiri sudah mengelar Piala Menpora U-12, U-14 dan U-16. Bahkan Kemenpora juga sudah menggelar liga santri. Selain itu, kompetisi kelompok ganjil seperti U-13, U-15 dan U-17 saat ini juga sudah berjalan.
Puluhan ribu SSB yang ada di Indonesia juga berlomba-lomba untuk bisa berpartisipan dalam turnamen tersebut.
Dengan begitu, hadirnya forum pembinaan usia muda dalam sebuah SSB, diharapkan mampu memberi perhatian seperti menghadirkan pelatih, menggaet sponsor-sponsor seperti pengusaha penggiat sepakbola untuk memutar sebuah kompetisi terutama di plosok-plosok Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here