Ayo ke Gebyar Pesona Budaya Garut 2018, Jangan Lewatkan Pesona Destinasi Alamnya

0
250

LIPUTAN1.COM-Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2018 kembali hadir, Kamis (22/2). Walau telah 16 kali digelar, GPBG selalu tampil istimewa. Tahun ini, Prosesi dan Gelaran Budaya, Festival Budaya, serta Garut Creative Expo bakal meramaikan suasana.

Tetapi, bukan hanya itu saja yang bakal disajikan. Pesona destinasi alam Garut dipastikan akan membuai wisatawan yang datang.

Garut adalah representasi keindahan bumi Parahyangan. Panoramanya diselimuti pegunungan hijau nan sejuk. Kondisi ini membuat Garut menyimpan banyak potensi alam yang menakjubkan.

“Yang pasti akan menyesal jika tidak bisa datang. Sebab, sejak abad ke-20, Garut terkenal dengan sebutan “Switzerland van Java”. Garut sudah menjadi tujuan wisata para meneer Eropa di Hindia Belanda sejak abad itu. Dengan GPBG 2018, kami akan mengangkat pesona Garut,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Budi Gan Gan Gumilar, Selasa (20/2).

Julukan “Switzerland van Java” yang disandang Garut rasanya tidak berlebihan. Sebab, Garut memiliki keindahan gunung, alam, danau dan dodol. Kondisi alam yang sejuk dan indah itu seolah representasi Swiss di Eropa.

Sepanjang mata memandang, wilayah perbukitan hijau di Garut akan menyapa Anda. Salah satu gunung yang terkenal di Garut adalah Gunung Papandayan. Gunung ini berada di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut. Kesegaran dan kesejukannya, tidak kalah dengan Gunung Alpen di Swiss.

“Gunung Papandayan adalah gunung favorit bagi para pendaki gunung. Selain kesejukannya, keindahan pemandangan alam dengan edelweis akan menambah pesona Gunung Papandayan,” kata Budi.

Jika Swiss punya Danau Interlaken, Garut punya Situ Bagendit. Jika ingin merasakan pesona danau dengan kebudayaan Sunda yang kental, datang saja ke Kampung Sampireun. Di sini, hadir nuansa kampung Sunda berbalut pemandangan alam yang sempurna.

“Di Kampung Sampireun, wisatawan bisa menjelajahi danau yang tenang. Mereka juga dapat melihat berbagai jenis kebudayaan Sunda dari dekat. Pasti akan membuat wisatawan betah,” kata Budi lagi.

Selain itu, Garut memiliki banyak sumber air panas. Salah satu sumber air panas yang terkenal di Garut adalah Cipanas. Penginapan dengan harga yang terjangkau juga terdapat di tempat ini.

“Pemandian Cipanas telah menjadi salah satu wisata alternatif bagi warga ibu kota, yang ingin melepas kejenuhan. Caranya, mandi air panas sambil ditemani suasana khas pegunungan. Tempat ini selalu ramai diakhir pekan,” tambah Budi.

Jika ingin menguji adrenalin, Garut mempunyai Sungai Cikadang yang terkenal dengan arung jeramnya. Arus di Sungai Cikadang cukup menantang. Di tambah dengan keasrian alamnya, adrenalin dipastikan semakin terpacu.

Jika itu dirasa belum cukup, nikmatilah wisata bahari. Garut punya banyak spot pantai yang ciamik. Ada Pantai Santolo, Pantai Sayang Heulang, Pantai Puncak Guha, Pantai Gunung Geder, Pantai Taman Manalusu.

Belum lagi Pantai Cicalobak, Pantai Sancang, Pantai Ranca Buaya, dan masih banyak lagi. Semunya memiliki pesona yang luar biasa. Hamparan pasir putih serta tebing tinggi membuat pantai-pantai di Garut sangat indah.

Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana mengatakan, potensi Garut sangat luar biasa. Sayanganya, potensi ini kurang dipromosikan dengan baik.

Untuk itulah Kemenpar mendukung GPBG 2018. Harapannya, seluruh potensi tersebut akan terangkat. Apalagi, kegiatan ini rencananya dihadiri 16 duta besar dari negara-negara sahabat. Yang meliput tidak hanya media lokal, media luar negeri juga datang.

“Garut adalah destinasi yang pas buat berwisata. Istilahnya Garut ini paket lengkap. Pesonanya luar biasa. Mau berwisata model apa saja ada di Garut. Untuk itulah Kemenpar mendukung GPBG 2018, harapannya Garut akan menjadi destinasi unggulan Jawa Barat. Namanya akan lebih dikenal lagi di dunia,” kata Pitana, didampingi Kepala Bidang Pemasaran Area I (Jawa) Wawan Gunawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengapresiasi gelaran tersebut. Menurutnya atraksi merupakan cara efektif untuk mempromosikan destinasi pariwisata.

Contoh konkritnya Banyuwangi yang telah bertransformasi menjadi destinasi unggulan berkat atraksinya. Disamping itu, pemimpin daerah juga mempunyai komitmen yang kuat untuk memajukan pariwisata.

“Konsepnya selalu sama 3A. Aksesnya baik, amenitasnya baik lalu didukung dengan atraksi yang berstandar global untuk mengundang wisatawan datang. Itu semua harus didukung oleh komitmen kuat pemimpin daerahnya. Sehingga potensi pariwisata Garut yang begitu luar biasa akan makin nge-hits lagi,” kata Menpar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here