Di Kota Onde-Onde Mojokerto, Pebalap Indonesia Jawara Etape II TdI

0
345

LIPUTAN1.COM, MOJOKERTO – Kota Mojokerto benar-benar bersahabat bagi pebalap asal Indonesia Abdul Gani. Di kota yang terkenal dengan jajanan Onde-onde itu, pebalap dari tim KFC Cycling Team itu berhasil menjuarai Tour de Indonesia (TdI) 2018 etepe II dari Madiun menuju Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (26/1).

Pebalap dengan nomer punggung 56 itu menempuh jarak 117,5 kilometer dengan waktu 02:24:17. Abdul Gani berhasil lepas dari rival asal Malaysia, Mohd Shahrul Mat Amin dari Terengganu Cycling Team diposisi kedua, dan Muhammad Nur Aiman dari Team Sapura Cycling diposisi ketiga.

“Kota Mojokerto sangat spesial dijadikan tempat  finish Tour de Indonesia 2018. Semoga tahun depan Mojokerto bisa dilintasi lagi. Serta jika ke Mojokerto belum sah bila tidak mencicipi jajanan pasar khas yaitu Onde-onde, kami ingin pasca acara ini, wisatawan banyak yang datang ke daerah kami,” ujar Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus seusai balapan TdI 2018 etape II di Kota Mojokerto.

Onde-onde sendiri, telah ada sejak zaman Majapahit. Mojokerto sendiri telah dikenal sebagai kota Onde-onde sejak bertahun-tahun yang lalu. Ada berbagai variasi, yang paling terkenal adalah Onde-Onde yang terbuat dari tepung beras ketan dengan isi kacang hijau. Variasi lain hanya dibuat dari tepung terigu dan berwarna seperti putih, merah, atau hijau.

“Ketika pergi ke Mojokerto belum lengkap jika belum mencicipi Onde-onde, silahkan nikmati, enak dan lezat,“ kata Yunus. Di kota yang luasnya kurang lebih 17 km ini, Hampir semua toko kue di Kota Mojokerto menyediakan jajanan pasar ini. Yang paling terkenal adalah Onde-onde Bo liem yang terletak di Jalan Niaga. Ke Kota Mojokerto.

Bentuk onde-ondenya bulat sempurna, tanpa ada bagian yang kempis. Bagian luar onde-onde memiliki tekstur yang tak alot dengan ketebalan sedang. Wijen yang dibalur di onde-onde berlimpah tapi tak mengeluarkan bau wijen yang khas, alhasil baluran wijen ini memberi sensasi renyah pada bagian kulit luar.

Bisa dianggap bahwa Boliem merupakan pioner dalam produksi onde-onde di Mojokerto. Boliem merupakan usaha keluarga yang sekarang toko-tokonya sudah menyebar di wilayah kota Mojokerto. Biasanya onde-onde Boliem ini di jadikan sebagai oleh-oleh para pengunjung kota Mojokerto. Karena Onde-onde yang rasanya lembut ini cocok sebagai buah tangan kepada keluarga. Harga satu kotak onde-onde yang berisi 10, bisa ditebus dengan harga 40 ribu.

Tidak salah TdI 2018 memasukkan agenda finish di kota tersebut. Karena membuat jajanan Onde-onde semakin ngehits. Kembali lagi ke balapan. Balap etepe II TdI 2018 ini berlangsung seru. Sempat diguyur hujan Abdul Gani diprediksi menang di etapi ini. Hal itu bukan tanpa alasan, karena pada etape pertama selisih catatan waktunya tipis dengan juara etape pertama, pebalap asal Swiss yang memperkuat Team Sapura Cycling, Dylan Page.

Dia mengatakan harus bekerja keras untuk mengalahkan para pebalap asing berpengalaman dalam lomba itu. Pebalap dengan nomor star 56 itu mengaku harus mengeluarkan lebih banyak tenaga di etape dua dibandingkan pada etape pertama.

“Kami sejak awal langsung genjot. Speed kenceng terus mulai km 0 hingga finish. Yang jelas saya sangat senang dengan hasil ini. Ini prestasi pertama saya di kejuaraan level 2.1 UCI ini,” katanya.

Menurut dia, salah satu kuncinya meraih kemenangan adalah bisa melepaskan diri dengan rombongan besar. Bersama dengan enam pebalap lainnya, dia terus memperlebar jarak dengan rombongan terbesar. Pada kilometer 89, andalan KFC itu melepaskan diri dan memimpin hingga finis.

“Hujan cukup membawa berkah karena saya di depan. Kalau saya di belakang, belum tahu hasilnya seperti apa. Saya cukup diuntungkan,” kata salah satu pebalap yang diandalkan untuk Asian Games 2018.

Setelah memenangi etape dua, posisi Abdul Gani melonjak menjadi pemuncak klasemen umum sementara yang sebelumnya dipegang pebalap Swiss, Dylan Page. Hingga etape dua, total catatan waktu yang dikumpulkan 05:06:04.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, onde-onde menjadi brand Jawa Timur, khususnya Kota Mojokerto. “Yang penting, harus dibranding sebagai jajanan Nusantara, yang punya tempat di pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Onde-onde sendiri sangat special, tamu negara seperti  Barack Obama saat datang ke Istana Bogor juga dihidangkan onde-onde. “Jadi tidak ada alasan untuk tidak mengangkat jajanan khas Mojokerto itu di event yang punya media value yang besar seperti Tour de Indonesia 2018 ini. Selamat dan sukses untuk TdI 2018,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here