Setelah Tiongkok, Menpar Langsung Garap Pasar ASEAN

0
252

LIPUTAN1.COM-Menpar Arief Yahya rupanya tak ingin main-main dengan manajemen waktu. Setelah menghadiri tujuh meeting dan dua acara di Beijing, Tiongkok, menteri asal Banyuwangi itu langsung terbang ke Chiang Mai, Thailand. Fokusnya, menghadiri pembukaan ATF (Asean Tourism Forum) 2018, pertemuan menteri-menteri pariwisata Asean, untuk program kerjasama pariwisata regional.

“Sudah tidak ada waktu lagi. Harus ngejar target waktu dengan actions,” kata Arief Yahya, Rabu (24/1).

Durasi lebih dari setengah hari terbang dari Beijing pun rela dilakoni. Dari Beijing ke Kunming, kira-kira 4 jam. Lalu dari Kunming terbang lagi ke Chiangmai, Thailand hampir 2 jam. Plus transit 1,5 jam, jadi hampir separuh hari habis di perjalanan. 

Menpar memang berkejaran dengan waktu. Saat tiba di Chiang Mai, Rabu (24/1) sore, Menpar langsung pergi ke acara pembukaan ATF Asean Tourism Forum 2018, pertemuan menteri-menteri pariwisata ASEAN, untuk program kerjasama pariwisata regional. Tahun lalu pertemuan ini dilangsungkan di Singapura. Sementara tahun sebelumnya lagi di Manila.

Hasilnya? Menpar langsung mendapatkan tempat terhormat di Royal Flora Ratchapuek, Chiang Mai, lokasi opening pembukaan ATF (Asean Tourism Forum). Saat foto sessions, Menpar disetting berdiri di samping tuan rumah Minister of Tourism and Sports Thailand Mr. Weerasak Kowsurat.

 “Saya ingin membangun komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder dalam mendukung target pariwisata 2018 hingga 2019 mendatang,” ucapnya.

Visit Wonderful Indonesia 2018 pun menjadi bahan yang akan diangkat dalam  pembahasan tingkat  menteri ASEAN. Semuanya lengkap dipromosikan bersama Calendar of Event  Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 serta persiapan paket tour di masing-masing destinasi yang dikemas dalam paket tour Visit Indonesia Wonderful Indonesia (VIWI) 2018.

“Kita sudah menyiapkan CoE WI  dan paket tour VIWI 2018  yang ada di 19 destinasi unggulan yang paling siap dalam mendatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Sebanyak 19 destinasi tersebut tersebar di Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Pelembang); Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur/Yogyakarta,Solo, Subaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi); Kalimantan (Balikpapan); Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok); Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado);  dan Papua Barat (Raja Ampat).

Plt Asisten Deputi Zona II Regional III Kemenpar Rizki Handayani langsung sumringah. Efeknya diyakini bakal sangat dahsyat mengingat semuanya langsung dikawal orang nomor satu di kementerian Pariwisata. 

”ini event besar. Akan mempertemukan Seller Indonesia dengan kurang lebih 350 buyers internasional. Ada juga ribuan delegasi serta pengunjung dan akan diliput 150 media internasional. Kehadiran Menpar akan membuat 42 industri yang kita boyong ke Chiang Mai lebih percaya diri,” ucap Kiki, sapaan akrab Rizki Handayani.

Industri tour & travel, Industri atraksi, hotel, resort, dan DMO, kata Rizki, akan intens melakukan promosi dan melakukan pertemuan bisnis dengan para buyers yang datang dari seluruh dunia. “Kita akan giring Baht Thailand dikeluarkan di Indonesiai. Giring Yen Jepang keluar di Indonesia. Karena dengan seperti itu, masyarakat kita akan semakin makmur dan pembangunan kita semakin bagus, rakyat pun jadi sejahtera,” ungkapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here