Gong Pembuka Ditabuh, Keindahan Candi Prambanan Jadi Lokasi Start TdI 2018

0
357

LIPUTAN1.COM, YOGYAKARTA – Setelah tujuh tahun vakum, Tour de Indonesia (TdI) 2018 kembali digelar. Event balap sepeda internasional yang menggabungkan olahraga dan wisata (sport tourism) mulai digelar dari tanggal 25 hingga 29 Januari 2018, mendatang. 15 Team international dari berbagai negara siap melintasi 10 kabupaten/kotamadya  di 3 provinsi di Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari mengatakan, Event kali ini tidak hanya balapan semata. TdI kali ini juga sebagai bagian untuk mengenalkan destinasi-destinasi wisata di berbagai wilayah. Selain itu akan disuguhkan juga dengan budaya daerah masing-masing.

“Start awal dari Prambanan dan berakhir atau finish di  Denpasar, Bali. Nantinya di setiap kota yang dilalui pebalap, penyelenggara akan menunjukkan ikon khas kota tersebut, dimulai dari keindahan Candi Prambanan, berakhir di Pulau terindah di dunia (Bali,Red),” ujar Raja Sapta Oktohari.  

Raja mengatakan bahwa TdI kali ini lebih bergengsi. Naik Kasta, sebab TdI 2018 masuk dalam kategori 2.1, yang artinya  gelaran ini harus memenuhi standar  yang  lebih tinggi dibandingkan kategori 2.2. Seperti  yang tercantum dalam regulasi UCI.

“Sehingga Tour of Indonesia  akan  menjadi  satu-satunya gelaran dengan kategori  2.1 di Indonesia, balutannya ? keindahan alam kita,” katanya. Seperti diketahui, hingga saat ini 15 tim sudah terkonfirmasi akan ambil bagian dalam perhelatan ini.  Empat tim nasional dan 11 tim continenal akan beradu cepat dalam lomba yang berlangsung  dalam empat etape.

Ketua Pelaksana TdI 2018 Parama Nugroho mengatakan, balapan akan dimulai di Candi Prambanan, Yogyakarta, menuju Ngawi dengan jarak 124,7 kilometer untuk etape pertama. Di etape kedua, para pebalap akan menempuh jarak 115,7 kilometer dari Madiun menuju Mojokerto.

Sementara etape ketiga menjadi etape terjauh dengan jarak 300 kilometer dari Probolinggo menuju Banyuwangi. Etape keempat akan dimulai dari Gilimanuk dan berakhir di Lapangan Puputan, Denpasar.

Jersey Pemenang

Ada yang unik dari gelaran TdI kali ini. Kata Parama, TdI berbeda dengan event balap sepeda jalan raya di Indonesia lain, TdI akan mengadopsi warna jersey yang berbeda. Pemimpin klasemen umum akan mengenakan jersey berwarna ungu. Sementara untuk klasemen poin disebut jersey Gumading.

“Sedangkan, untuk kategori raja tanjakan tersedia jersey Hejo dan untuk pembalap Indonesia terbaik akan memakai jersey Kayas,” kata Parama Nugroho. TdI 2018 juga akan menjadi sarana sosialisasi Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

“Diharapkan dengan penyelenggaraan Tour de Indonesia 2018, masyarakat yang daerahnya dilalui oleh event ini akan semakin mengenal gelaran Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018 yang akan digelar di Indonesia. Asian Games juga menjadi bagian dari promosi Kementerian Pariwisata, ini yang dimaksud dengan Indonesia Incorporated untuk promosi tanah air kita,” ujar Parama.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi yang tinggi kepada gelaran balap tersebut. Kata menteri asli Banyuwangi itu, TdI 2018 akan membuat potensi wisata di sejumlah Provinsi yang dilintasi akan semakin populer di dunia.

“Berbeda dengan lomba lari marathon yang bisa mendatangkan ribuan orang pada saat pelaksanaan. Pada event balap sepeda peserta sekitar 200-an orang, tapi gaungnya bisa kemana mana karena media valuenya sangat besar. Destinasi yang dilintasi akan terkenal,”kata Menpar. Mantan Direktur Utama Telkom itu juga mengucapkan terima kasih di event tersebut ikut mempromosikan Asian Games. Menpar setuju bahwa Asian Games merupakan prestise bangsa Indonesia di mata dunia.

”Karena seperti kita tahu, Asian Games akan mendatangkan ribuan wisatawan dari pendukung, atlet, official tim, media internasional, tenaga medis, dan perangkat pertandingan. Semuanya akan melihat Indonesia secara keseluruhan, termasuk wisatanya,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here