Target Satu Juta Wisman, Jatim Luncurkan CoE 2018

0
299

LIPUTAN1.COM–Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus tancap gas menggenjot pariwisata di tanah air. Buktinya, Kementerian di bawah komando Arief yahya itu mendukung promosi pariwisata yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) di tahun 2018 ini.

Bertempat di Gedung Kesenian Cak Durasim, UPT Taman Budaya Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur tersebut menggelar peluncuran 50 top event Pariwisata dan Budaya 2018, 20 Januari yang lalu.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, peluncuran CoE ini dilakukan sebagai upaya mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jatim. Dari 50 top event, 10 event di antaranya terpilih menjadi bagian Top 100 Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 Kemenpar. 

Top 100 CoE WI ini untuk mendukung program Visit Wonderful Indonesia (ViWi) 2018 yang ada di 18 destinasi unggulan di seluruh Tanah Air di antaranya ada di Jatim; Surabaya, Bromo-Tengger, dan Banyuwangi.  Pria yang biasa disapa Gus Ipul mengatakan, saat ini sektor pariwisata cukup menjanjikan. Hal ini dibuktikan dengan kontribusinya terhadap PDB mencapai Rp 106 triliun.

Kedepannya, diharapkan sektor pariwisata bisa ikut mendorong hadirnya karya baru dari seniman yang kemudian menjadi daya tarik pariwisata. “Jatim tercatat sebagai provinsi paling banyak memberikan kontribusi event dalam CoE WI 2018.  Dari ratusan event yang masuk. Terpilih 10 event berskala internasional sebagai 100 event CoE WI. Dan Pak Menteri (Arief Yahya) menargetkan 1 Juta wisatawan Mancanegara ke Jatim, hal tersebut akan kami kejar dengan konsisten,”kata Gus Ipul.

Katanya, hampir setiap kabupaten dan kota membuat  event kelas internasional. Diharapkan semakin banyak event yang ditampilkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman dan wisnus di Jawa Timur. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Jarianto mengatakan bahwa 10 event di Jawa Timur masuk dalam 100 event Wonderful Indonesia yang ditetapkan oleh Kemenpar. Dari 10 event yang masuk, 2 event yakni;  Jember Fashion Carnival  dan Banyuwangi Ethno Carnival. 

Jarianto menjelaskan, dalam satu tahun ini Jatim akan menggelar  482 event, terdiri dari 108 festival dan 374 non-festival yang  tersebar di 38 kabupaten/kota, kesemuanya termuat dalam buku Kalender Wisata Jawa Timur 2018. 

 “Dari  482 event ini dipilih 50 top event  yang hari ini diluncurkan.  Selama satu tahun penuh di Jatim selalu ada event pariwisata dan kebudayaan yang dapat disaksikan wisatawan, ” kata Jarianto. 

Dalam rangka mendukung program CoE WI dan VIWI 2018  Jatim telah menyiapkan 10 event terpilih dalam 100 premier event (CoE WI). Dikemas  berskala internasional sehingga mampu banyak mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus). 

Berkaitan penyelenggaraan Top Festival, bisa dilihat dari bagaimana sebuah event mendatangkan wisatawan, berapa lama kegiatan sudah berlangsung, serta banyak penilaian lain yang dilakukan terkait keberlangsungan sebuah festival. 

Kesepuluh event yang masuk dalam Top 100 Event, yakni; Jember Fashion Carnival;  Banyuwangi Ethno Carnival; Yadnya Kasada dan Eksotika Bromo;   Malang Flower Carnival; Kemilau Madura;  Pasar Seni Lukis Indonesia; Gandrung Sewu; International Tour de Banyuwangi Ijen; Festival Keraton Nusantara; Festival Malang Kota Tua. 

“Masing-masing kegiatan sudah dibuatkan buku yang akan dibagikan kepada pelaku bisnis pariwisata,” jelas Jarianto 

Dengan adanya event  unggulan dalam satu tahun penuh tersebut,  imbuhnya, kunjungan wisatawan ke Jatim diharapkan akan meningkat signifikan. Tahun 2017 jumlah kunjungan wisman ke Jatim sebanyak 625.729 wisman dan 58,65 juta wisnus, sementara kontribusi sektor pariwisata Jatim terhadap  PDRB pada triwulan III /2017 sebesar Rp 86,73 triliun atau tumbuh 10,53%.  

Jarianto menambahkan, kemajuan pariwisata Jatim tidak lepas  upaya meningkatan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) terutama untuk konektivitas penerbangan ke obyek wisata unggulan. “Jatim memiliki bandara internasional Juanda Surabaya serta bandara domestik yaitu; Bandara Abdul Rachman Saleh (Malang); Bandara Blimbingsari (Banyuwangi); Bandara Notonegoro (Jember); Bandara Trunojoyo (Sumenep, Madura); dan Bandara Bawean. Hal ini tentu berpengaruh pada peningkatan jumlah wisatawan setiap tahunnya,”katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi ditetapkan Calender of Event (CoE) Pariwisata Jawa Timur dengan jadwal dan tempat yang sudah ditetapkan.”Kepastian jadwal dan tempat kegiatan ini penting jangan sampai berubah tanggal ataupun bulan karena akan menjadi timeline- nya para travellers. Kemenpar juga akan mudah untuk mempromosikan, begitu pula perusahaan biro perjalanan akan berani membuat menjadi paket wisata untuk dijual kepada wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, di era digital terjadi perubahaan mendasar bagi wisatawan, terutama wisatawan muda, dalam melakukan perjalanan (travel) yang mengandalkan digital; dimulai dari mencapai informasi (searching) destinasi yang akan dikunjungi; kemudian menetapkan pilihan atau melakukan booking; hingga membayar (payment) paket wisata dilakukan via oline.

“Ketika searching tidak mendapatkan jadwal yang pasti, jangan harap para travellers akan mau datang. Para travellers itu membuat planning untuk berwisata jauh hari sebelumnya,” ujarnya. “Masing-masing negara pun punya kebiasaan season yang berbeda-beda. Mereka akan searching, booking, sampai payment via online. Anda bisa bayangkan, kalau berubah tanggal, mereka akan sangat kerepotan,” ujar menteri asli Banyuwangi, Jawa Timur itu.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here