Datang ke Festival Tidore 2018? Jangan Lewatkan Pesona Destinasi Wisata Ini

0
498

LIPUTAN1.COM-Rekam jejak sejarah dan budaya Kesultanan Tidore bakal dieksplor di Festival Tidore, 29 Maret -12 April 2018 nanti. Pastikan juga Anda tak melewatkan pesona alamnya. Dari bahari hingga gunung, semuanya sangat layak untuk dieksplore.

Yang penasaran, silakan langkahkan kaki ke Pulau Maitara. Bagi yang belum tahu tentang Pulau Maitara di Tidore, cobalah buka selembar uang Rp 1.000. Di lembaran uang tersebut, terpampang Pulau Maitara sebagai gambarnya. Pulau Maitara memang cantik. Kondisinya masih sangat alami, cocok untuk Anda para pecinta wisata bahari.

Kepala Dinas Pariwisata Tidore, Yakub Husain mengatakan, pulau ini cukup bersejarah karena menjadi batas wilayah kekuasaan Kerajaan Ternate dan Tidore. Letaknya yang cukup terpencil membuat pantai-pantai di Pulau Maitara sangat cocok bagi yang ingin mencari ketenangan sejenak.

“Akan ada hamparan pasir putih yang masih terbebas dari sampah. Wisatawan juga bisa melanjutkan perjalanan ke tepi Pantai Akesahu di Pulau Tidore untuk bersantai di pemandian air panas alami,” kata Yakub, Senin (22/1).

Terumbu karangnya juga sangat wow. Di sana Anda dijamin bisa menjumpai terumbu karang berbentuk slope yang berpasir hingga kedalaman 20 meter. Karang lainnya didominasi kelompok Acropora, Foliose, dan hard coral. Visibilitas di dalam perairan pun sangat baik, yakni sekitar 20-25 meter.

“Di sini juga kaya dengan biota laut. Mulai dari ikan kerapu, ikan gobi, ikan scorpion, blennie, fuilier, anthias, dan nudibranch, semua ada. Potensi bawah laut dengan visibilitas arus laut yang tenang sangat cocok untuk snorkeling dan diving,” ungkap Yakub.

Pemandangan di Pulau Matiara terlihat semakin cantik ketika cahaya langit kemerahan memantul di laut bersama jejaran perahu ketingting. Jika berdiri di pantai, Anda bisa melihat Gunung Gamalama setinggi 1.715 mdpl yang berselimut rimba hijau.

“Banyak wisatawan berfoto dengan memilih satu spot yang banyak bebatuan. Wisatawan akan merasakan sensasi luar biasa yang barangkali tidak akan ditemukan di pulau lainnya,” tutur Yakub.

Destinasi lainnya? Ada juga puncak Gunung Kie Matubu. Kie Matubu merupakan gunung tertinggi di Maluku Utara. Ketinggiannya mencapai 1.730 mdpl. Di sini Anda akan disuguhkan lanskap bentangan laut luas dengan pulau yang menyembul.

“Dari puncak gunung, akan terpampang pemandangan pulau yang sangat memesona. Seperti Pulau Ternate, Matiara, Hiri, Halmahera, Mare, Moti, Makian, dan masih banyak lagi. Dari puncak gunung ini juga Anda bisa melihat Kota Tidore,” sebut Yakub.

Selain wisata alam, wisata sejarah Tidore memiliki potensi yang besar. Masjid dan Kadato Kie atau Keraton dapat menggambarkan kebesaran sejarah Kerajaan Tidore pada masa lampau. Sultan termashur dari Negeri Limau Timore tersebut, yaitu Sultan Nuku, dengan kepiawaiannya membangun kekuatan maritim yang tangguh.

“Selain itu, ada juga benteng-benteng peninggalan Spanyol dan Portugis masih berdiri kokoh, seperti Benteng Tore dan Tahula di Soasio,” pungkas Yakub.

Walaupun penghuninya tak banyak, saat ini sudah banyak bermunculan homestay di sekitar pesisir Pulau Maitara. Tarifnya relatif terjangkau. Dengan rata-rata Rp150 ribu-Rp300 ribu per malam, Anda sudah mendapatkan fasilitas kamar mandi dan makan 3 kali sehari.

Bagaimana aksesnya? Untuk ke Pulau Maitara, wisatawan harus menaiki speedboat dari Pelabuhan Bastiong Ternate atau Pelabuhan Rum di Pulau Tidore. Untuk sewa speedboat pulang pergi tarifnya sekitar Rp350 ribu-450 ribu. Biaya ini terbilang murah bila wisatawan datang beramai-ramai.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut mempromosikan Tidore. Menurutnya, Festival Tidore menjadi sarana penting dalam mempromosikan destinasi, produk-produk wisata alam, seni, budaya, adat-istiadat, sejarah, dan kuliner. Event ini sekaligus sebagai pemicu untuk merangsang perekonomian rakyat setempat. “Kita beruntung memiliki Kesultanan Tidore yang punya punya nature dan bahari yang keren. Ini cocok untuk mengembangkan dan melestarikan warisan sejarah kesultanan Tidore. Ini sekaligus mempromosikan Tidore dengan seni, alam dan budaya kesultanan sebagai daya tarik wisatawan,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here