Amien Rais Sebut La Nyalla Seorang ‘Fighter’ dan Layak Pimpin Jatim

0
257
Istimewa

JAKARTA – Situasi politik di Jawa Timur kian tak kondusif, khususnya dialami koalisi poros tengah. Koalisi yang rencananya akan dihuni oleh Gerindra, PAN dan PKS itu dinilai masih ragu dan tak konsisten dalam menentukan bakal calon gubernur Jatim.

Koalisi ini sebelumnya sempat berencana akan mengusung La Nyalla Mattaliti sebagai bacagub, namun karena mantan Ketum PSSI tersebut tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan Gerindra, partai besutan Prabowo Subianto tersebut akhirnya memunculkan nama Moreno Soeprapto untuk calon gubernur Jatim. Nama yang muncul tersebut mendapatkan banyak spekulasi dari berbagai kalangan.

Menurut tokoh lokomotif reformasi, Prof. Dr. Amien Rais, hal ini terjadi karena tidak adanya komitmen dari masing-masing elit partai. “Jam terbang saya di dunia politik yang seperti ini, jauh lebih tinggi dari mereka semua, ” katanya Rabu (27/12/2017).

Dirinya mengatakan, langkah yang seharusnya diambil mudan dan sederhana menjadi berliku dan sulit dijangkau karena semuanya melanggar fatsun berpolitik. “Jelas mereka (Gus Ipul dan Khofifah) sudah merepresentasikan penguasa, lha Gerindra, PAN, dan PKS yang ingin berkoalisi di 2019, harusnya punya pilihan berbeda!,” lanjut mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu. “Jadi, apa sulitnya?” katanya lagi setengah bertanya.

Menurutnya, jika Prabowo bersungguh-sungguh ingin maju di Pilpres 2019 nanti, maka koalisi ini harus menentukan calon gubernurnya seorang fighter. “Kalau pakai istilah dunia tinju, kita membutuhkan orang-orang seperti Mike Tyson atau Gennadi Golovkin,” tutur pendiri dan mantan ketua umum PAN itu. “Itu kalau Pak Prabowo serius untuk nyapres!” sambungnya.

Ia juga mengatakan, di Jawa Timur koalisi membutuhkan La Nyalla Mattaliti. “Saya lihat, dia adalah seorang figther. Dan Jatim itu adalah Indonesia mini ke-3 setelah Jakarta,” ungkapnya.

LNM, begitu La Nyalla biasa disapa, sesungguhnya pendukung utama Prabowo saat 2009 & 2014. Begitu totalnya LNM, ia akhirnya sempat ‘dijadikan musuh’ oleh penguasa saat ini. Jabatannya di kursi Ketum PSSI dikudeta dan LNM pun dibui selama tujuh bulan untuk kasus korupsi yang akhirnya tidak terbukti. LNM menang hingga ke tingkat Mahkamah Agung.

Menurut info dari kalangan tertentu (maaf tidak bisa dituliskan), LNM adalah representasi perlawanan bagi penguasa. Untuk itu, apa pun yang dilakukan LNM, pasti mendapat hambatan. Termasuk untuk maju di pilkada Jatim.

“Jadi, jika Prabowo mau nyapres, maka Jatim harus direbut.” terangnya. “Soal kalah atau menang, itu hak Sang Khalik. Tapi, jika kita ingin bermartabat, maka kita harus punya pilihan sendiri bukan mengekor!” sambung pria yang juga mantan Ketua MPR RI ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here