Persija Barat Soccer Academy Majukan Potensi Pesepakbola Muda

0
495
LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Pembinaan sepak bola di usia dini menjadi kunci utama dalam
mengembangkan potensi yang dimiliki pemain, dan Indonesia beruntung
karena kini sudah memiliki academy pertama layaknya klub raksasa
Spanyol, Barcelona.
Klub yang dikenal dengan fasilitas pelatihan La Masia ini memiliki
segudang konsep metode latihan untuk pengembangan potensi pemain usai
dini, salah satunya Perception Determination Eksekusion (PDE).
Di Indonesia metode ini belum diterapkan, dan Persija Barat Soccer
Academy adalah yang pertama memulainya dengan system pembinaan
boarding dillengkapi dengan semua fasilitas, mulai pendidikan,
nutrisi, fisik serta lapangan yang memadai.
Konsep Persija Barat Soccer Academy ini juga didasari dengan filosofi
kurikulum sepak bola Indonesia, serta visi misi dari Persija Barat
yang  merupakan anggota dari Asprov PSSI DKI Jakarta yang sangat
serius mengembangkan
pembinaan usai dini dan mendapat dukungan dari PSSI melalui direktur
teknik, Danurwindo.
“Saat ini Persija Barat memasuki tahun ketiga, dan kita mau membangun
sebuah konsep pembinaan yang tidak hanya sekedar mensosialisasikan
konsep kurikulum serta filosofi sepak bola Indonesia, melainkan
menuangkannya dalam bentuk pembinaan secara nyata dalam Persija Barat
Soccer Academy Boarding, konsep ini pun telah diapresiasi direktur
teknik timnas, Danurwindo,” kata CEO Persija Barat, Taufik Jursal.
Rencananya Persija Barat Soccer Academy yang bermarkas di Soccer Park,
Kedaung Indah, Tangerang ini akan membuka registrasi pada 27 Desember
dengan penerimaan pemain kelahiran 2003-2005, dan selama mengikuti
pembinaan ini, para pemain juga akan dilengkapi dengan kurikulum
pembangunan karakter disetiap pemeluk agama masing-masing pemain.
“Kita bekerja sama dengan SMA/SMK umum di Kota Tangerang, jadi untuk
pendidikan kita siapkan, untuk pelatih fisik kita sudah konsultasi
dengan UNJ untuk mendampingi, diikuti dengan ahli nutrisi pemain, kami
juga menyiapkan pembangunan karakter masing-masing pemain , dimana
kita siapkan pengajar untuk  masing-masing pemeluk agama,” papar
Taufik.
Tidak berhenti disana, nantinya Persija Barat Soccer Academy
melibatkan EDF La Liga untuk ikut melatih para pemain dan membantu
mengevaluasi kemampuan pemain setiap akhir minggunya usai menerima
pola latihan.
“Kita bekerja sama dengan EDF La Liga yang meyertakan dua pelatih
langsung dari Spanyol untuk melihat evaluasi kemampuan pemain. setiap
hari minggu, karena dalam seminggu, para pemain akan melahap latihan
setiap Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu pagi dengan metode PDE dilapangan
sintesis berukuran 42 X 25M diikuti pelatihan fisik. Sedangkan Selasa
sore dan Minggu pagi mereka akan melakoni latihan dilapangan yang
besar (normal-red), khusus hari Minggu EDF La Liga akan memantau.
Sedangkan hari Senin dan Kamis dijadwalkan libur latihan,” jelas
Taufik.
Konsep PDE sendiri menjadi salah satu kunci pemain mendapatkan
pengetahuan untuk meningkatkan skill dan kemampuannya, sehingga dengan
PDE nantinya para pemain bisa mengetahui bagaimana mengatur irama
jalannya bola dan menjaga penguasaan bola dalam pemainan.
“Konsep PDE menjadi bagian penting dalam pembinaan sepak bola,
tentunya menjadi hal positif jika Persija Barat Soccer Academy
menerapkannya, dan tanpa menghilangkan filosofi sepak bola Indonesia,”
kata Danurwindo.
Persija Barat Soccer Academy hanya akan membatasi 35 pemain untuk bisa
menikmati program ini dengan variasi konsep latihan, untuk pendataan
dan info Persija Barat Soccer Academy bisa menghubungi 08119511816
(WA) dan 08159225455, pelatih Rohili.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here