Nonton Jazz dari Kapal? Cuma di Jazz on the Bridge-Bangka

0
286

LIPUTAN1.COM-Masih belum punya agenda untuk libur akhir tahun? Please deh. Banyak koq agenda menarik. Di Bangka, ada Jazz on the Bridge-Bangka (JoBB) yang akan berlangsung pada 29 hingga 30 Desember 2017. 

Tempatnya dijamin menarik. Di Pantai Koala, kawasan Jembatan Emas, Pangkalpinang, Bangka Belitung. Jadi, kalian bisa menikmati suguhan musik jazz dengan ditemani suasana pantai dan suara deburan ombak. Latar panggungnya juga tak kalah keren, Jembatan Emas yang artistik. Dijamin poll gaes. 

“Ini adalah salah satu cara dari anak-anak muda kreatif di Bangka Belitung mendorong provinsinya menjadi destinasi utama wisata, salah satunya melalui pagelaran musik jazz berkelas dunia,” ujar Ketua Panitia Pelaksana JoBB 2017, Nico Alpiandy. 

Selain itu, event ini juga mendorong Bangka-Belitung menjadi salah satu ‘kiblat’ pagelaran musik jazz berkelas dunia. Karena itu, ujar Nico, musisi yang dihadirkan semuanya yang sudah punya nama. 

Di hari pertama, akan ada tujuh kelompok musik lokal Bangka Belitung. Jangan ditanya kemampuanya. Karena mereka sudah melalui seleksi ketat. Cara bermain dan skill bermusiknya sudah punya standar. Dijamin tidak kalah dari musisi-musisi jazz dari kota-kota besar lainnya di Indonesia. 

“Nah di hari kedua, baru ada musisi nasional. Semuanya berkelas,” kata Nico. 

Ia menyebut diantaranya Idang Rasjidi yang akan tampil bersama Idang Rasjidi Syndicates. Selain menjadi penampil, mereka juga akan menjadi pengiring para bintang tamu lainnya. 

Seperti Fariz RM yang dipastikan membawakan lagu-lagu hitsnya, seperti “Barcelona” dan “Sakura”. Selain itu adapula Tompi dengan ‘Sedari Dulu’, ‘Selalu Denganmu’ dan sederet nomor-nomor hits lain miliknya. Belum cukup, ada Mus Mujiono yang dikenal dengan hits ‘Arti Kehidupan’ dan ‘Tanda-tandanya’. Aransemenya pun akan dibuat kekinian. 

“Para bintang utama ini akan tampil di hari kedua, tanggal 30 Desember 2017,” kata Nico. Tidak sampai disitu, untuk memberi nuansa lebih bagi para wisatawan dari luar kota yang ingin menonton jazz secara unik, panitia mengerahkan puluhan kapal nelayan yang akan melempar sauh di perairan. 

“Jadi, penonton bisa menyaksikan juga dari perahu-perahu nelayan. Nelayan juga menyediakan paket makanan yang bisa dinikmati penonton dari atas perahu mereka,” kata Nico. 

Nico mengatakan, lalu lintas kapal nelayan yang hilir mudik melewati bawah Jembatan Emas memang akan menjadi keunikan tersendiri. Apalagi, tiang-tiang pilar di jembatan akan dihiasi dengan sorot lampu hias berkekuatan maksimal dengan daya pancar yang indah. Pekan lalu, lampu-lampu itu sudah sempat diujicobakan. 

“Jadi jangan lupa kosongkan memori kamera dan handphone, banyak spot foto,” kata dia lagi. Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Kepulauan Bangka Belitung mendukung penuh acara ini. Menjadikannya sebagai tontonan jazz berkelas bagi wisatawan. Gratis!. 

“Semua masyarakat silakan datang. Ajak ramai-ramai keluarga, tetangga, handai taulan untuk hadir di Pantai Koala, lokasi acara. Tontonan musik ini dapat dinikmati secara gratis, tanpa perlu membayar,” kata Ahmadi Sofyan, dari GIPI Kepulauan Bangka Belitung. 

Idang Rasjidi pun tak ketinggalan mengajak wisatawan untuk datang. “Cara memerdukan Bangka itu, memakai musik. Event Jazz on the Bridge tahun ini menjadi trigger dulu sebelum nantinya menjadi festival rutin, semacam Java Jazz Festival yang digelar tiap tahun,” tuturnya. 

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menyambut antusias hadirnya Jazz on the Bridge. Terutama, event ini akan menjadi salah satu pendorong dan pemicu bagi Bangka Belitung untuk lebih terkenal. “Musik jazz ini adalah musik yang berkelas. Karena itu, segmennya juga berbeda dengan musik-musik lainnya. Harapan kita dengan adanya Jazz on the Bridge di Bangka Belitung, akan lebih menambah semarak dan menjadi salah satu strategi bagi kita untuk mengembangkan pariwisata Bangka Belitung ke depan,” ujarnya. 

Apalagi, lanjutnya, saat ini Bangka Belitung semakin terkoneksi dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia melalui jalur penerbangan langsung yang baru dibuka. 

“Seperti baru-baru ini penerbangan Bandung – Bangka, Jogja-Bangka, dan Insya Allah tahun depan akan dibuka jalur Denpasar – Bangka, Lampung – Bangka, dan Medan – Bangka,” jelas Erzaldi.

Erzaldi berharap JOBB dapat berjalan lancar, sehingga cita-cita untuk menjadikannya sebagai agenda event reguler dan terus berkembang sebagai panggung jazz dunia, dapat tercapai. “Kita targetkan penampilan jazz di Bangka Belitung ini bisa kita laksanakan dalam satu tahun bisa dua kali,” ujarnya.

Acungan jempol langsung dilayangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia mengatakan, Provinsi Bangka Belitung semakin menunjukkan komitmennya dalam memajukan pariwisata. Yang oleh Presiden Joko Widodo telah dijadikan sebagal leading sector perekonomian nasional. 

“Seperti yang selalu saya katakan, saya juga akan selalu mensupport daerah yang komitmen terhadap pariwisata,” ujar Menpar Arief Yahya. Terlebih potensi yang ada di Bangka-Belitung sangatlah besar. Keindahan alam, pantai, kuliner, semuanya begitu menggoda. Aksesnya pun mudah. Dari Jakarta, waktu tempuh penerbangan tidak sampai satu jam dan harga tiketnya pun relatif murah. “Tunggu apalagi, ayo ke Bangka Belitung,” ujarnya.(*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here