Wow, Mobil Listrik Universitas Budi Luhur ikut Rally Dakar 2019

0
103
Wow, Mobil Listrik Universitas Budi Luhur ikut Rally Dakar 2019

Liputan1.com-Wow, Mobil Listrik Universitas Budi Luhur ikut Rally Dakar 2019

Untuk pertama kalinya mobil listrik akan mengikuti reli tersohor di dunia.

Rally Dakar 2019 akan diikuti mobil listrik asal Indonesia karya anak bangsa hasil kerja sama Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Rektor Universitas Budi Luhur, Prof Didik Sulistyanto, dalam keterangannya menjelaskan mobil listrik Reli Dakar tersebut diberinama BLITS. Tim ITS sendiri dibawah nahkoda Dr Nur Yuliarto, Pusat Unggulan Iptek dan kontrol otomotif ITS Surabaya

“Mobil listrik ini yang pertama dari Indonesia yang akan meningkatkan daya saing bangsa dalam kompetisi tingkat internasional,” katanya di kampus UBL, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Kamis (21/12/2017) petang.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur, Sujono mengatakan mobil listrik BLITS memiliki spesifikasi dengan penggerak roda belakang itu ditopang dengan motor listrik berkekuatan 100 HP, 6.000 rpm.

Mobil akan menggendong baterai yang mampu menyimpan energi listrik dengan kapasistas 75 kWh. Baterai yang dibawa akan mampu menyuplai kebutuhan listrik untuk jarak tempuh mobil hingga 200 Km untuk satu kali pengisian baterai.

Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti, Kasih Haggoro, yang pernah mengikuti Relly Paris Dakar ini mengatakan bahwa Reli Dakar ini merupakan ajang tahunan yang dilaksanakan sejak 1979 oleh Amaury Sport Organisation.

Rali bersifat terbuka untuk pebalap amatir maupun profesional yang ingin menjajal kemampuan diri dan ketangguhan kendaraannya.

Sampai saat ini baru ada tiga perwakilan Indonesia yang pernah mengikuti Relly Paris DaKAR. Pada 1990 Tinton Soeprapto ikut ajang Reli Dakar dengan mobil Mitsubishi Pajero. Sedangkan dua tahun berturut-turut (2010 dan 2011) Kasih Hanggoro menjajal ganasnya medan reli ini dengan mengendarai mobil McRae Rage Buggy (2010) dan mobil Mitsubishi Montero (2011).

“Pada 2018, perwakilan Indonesia akan kembali tampil dengan mobil listrik bersama Tim Fin Komodo yang merupakan hasil karya anak bangsa. Harapannya hasil karya anak bangsa ini mendorong mahasiswa maupun dosen lainnya dalam menciptakan produk unggulan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here