Pemerintah Indonesia Fokus Kesatuan Dalam Keberagaman

0
309
Istimewa
LIPUTAN1.COM, YOGYAKARTA-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyambut positif Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di Candi Prambanan, Sleman, Jogjakarta pada 16-17 Desember 2017 yang diprakarsai Kemenpora.
Presiden RI Joko Widodo menaruh perhatian tinggi terhadap kegiatan apel dan kemah kebersamaan pemuda Islam Indonesia di Candi Prambanan. Saking pentingnya, orang nomor satu di Indonesia itu datang secara khusus ke Jogjakarta untuk menjadi inspektur apel kebangsaan tersebut.
“Saya ke Jogja dari Jakarta,  acara saya cuma satu. Menghadiri acara apel dan kemah kebangsaan. Kita ini negara besar. Negara dengan 17 ribu lebih pulau, 714 suku, dan 1100 lebih bahasa lokal. Sebagai negara besar dari ribuan pulau yang bersatu itu prestasi yang patut dibanggakan, harus terus dirawat dan harus terus kita jaga karena itulah yang membuat negara-negara lain ingin banyak belajar mengenai ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah ke kita,” jelas Jokowi, panggilan karib Presiden RI tersebut.
Dalam event yang merupakan salah satu program unggulan Deputi II Kemenpora Bidang Pengembangan Pemuda, yang dipimpin Asrorun Niam Soleh ini mengajak pemuda dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Banser NU dan KOKAM, merawat bumi. Mengingat, bumi menjadi saksi atas terbentuknya Indonesia.
“Bumi adalah tempat kita dilahirkan, tempat para leluhur berpijak dan berjuang untuk merebut kemerdekaan, dan di bumi ini pulalah kelak kita semua akan disemayamkan. Maka, menjaga bumi adalah fardlu ‘ain bagi generasi muda,” tegas Imam di depan pemuda Banser NU dan KOKAM.
Dirinya menilai  kegiatan ini bertujuan menjaga kelanjutan bumi dengan diikuti 20 ribu pemuda lebih. Pesertanya mulai dari Banser NU dan Komando Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Ada juga unsur kepemudaan lain.
“Kegiatan ini mengandung pesan bahwa kebhinnekaan merupakan sunatullah. Perbedaan menjadi dasar komitmen membangun bangsa. Ini adalah sebuah gerakan bersama yang akan menjadikan spirit Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Insaniyah dan Ukhuwah Wathaniyah benar benar hidup dalam organisasi-organisasi kepemudaan yang ada. Sementara kehadiran Presiden sebagai simbol kerukunan umat beragama
dengan Pemerintah,” terangnya.
Sementara itu Deputi II Kemenpora Bidang Pengembangan Pemuda, Asrorun Niam Soleh mengaku pihaknya telah mempersiapkan program kedepan untuk melanjutkan langkah kedepan pasca perhelatam ini.
“Kita ingin melibatkan pelajar yang diikat berbagai latar belakang orgaisasi, bukan kompetisi yang hasilkan destruksi tapi kolaborasi yang menghasilkan kerja bersama, saya ingin komitmen  kepelajaran yang membantu dalam ilmu pengetahuan wirausaha interprenet yang mendesak kontruksi global,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here