Seat Capacity Garuda Indonesia Rute Melbourne – Bali Capai 80%

0
359

LIPUTAN1.COM, MELBOURNE – Siapa bilang Bali nggak asyik? Nggak aman? Kurang oke? Di Melbourne, Australia, nama Bali tetap ngehits. Cerminannya bisa dilihat dari tingkat keterisian pesawat Garuda Indonesia yang hampir selalu penuh. Hingga Desember 2017, tingkat keterisiannya bahkan sudah mencapai 80 persen.

“Hampir tak perubahan. Kami selalu menggunakan pesawat wide body ke Australia. Dan tren keterisian seatnya masih tinggi. Hingga Desember 2017, tingkat keterisian penumpang mencapai 80 persen,” ungkap General Manager Garuda Indonesia untuk wilayah Victoria/Tasmania/South Australia, Micky Irfandi, Sabtu (9/12).

Itu artinya, masyarakat Australia bagian Victoria, Tasmania dan South Australia, nyaris tak terpengaruh dengan kabar erupsi Gunung Agung di Bali. Semuanya masih on. Masih mengisi itenarynya dengan liburan ke Bali. “Bagi orang Australia, Bali adalah surga. Dari gunung, pantai, bawah laut, budaya, kuliner, semuanya komplit. Destinasinya juga banyak. Ini yang membuat orang Australia happy dengan Bali,” ungkapnya.

Bali, ditambahkan Micky, sudah seperti menjadi rumah kedua bagi para wisman Australia. Masyarakat yang ramah, akses yang mudah dan amenitas yang banyak dan mumpuni, kian mendrive warga Australia untuk berlibur ke Bali. “Termasuk ketika Bandar Udara Internasional Ngurah Rai ditutup selama dua hari. Pembatalan yang secara umum ada, namun tidak besar jumlahnya. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa Bali merupakan rumah kedua mereka, jadi mereka tidak mempersoalkan apa yang sedang terjadi di Bali,” katanya.

Tak ingin kehilangan momentum, Garuda Indonesia yang menghandle pasar Australia akan terus menambah frekwensi penerbangan dari Aussie ke Bali. Jumlah penerbangan dari Melbourne ke Denpasar misalnya. Frekwensinya akan ditambah menjadi 8 kali sepekan pada Desember 2017. Sebelumnya, Garuda Indonesia hanya terbang enam kali sepekan. “Bahkan mulai April 2018 akan ditambah menjadi 10 kali sepekan. Tambahan slotnya sudah ada. Kami mengambil di jam yang bukan prime time. Antara pukul 08.30-11.00. Ternyata timingnya masih disukai pasar Australia,” ucapnya.

Micky tak asal bicara. Tingginya minat masyarakat Australia ke Bali juga terlihat saat peluncuran penambahan rute Melbourne-Denpasar. Dalam dua pekan sejak diluncurkan, seatnya langsung habis terjual. “Setelah ini bisa pasar Lombok. Lombok juga pas dengan selera pasar Aussie. Nanti akan kami buatkan paket menarik karena Garuda juga punya Kila Senggigi Resort di Lombok,” ucapnya.

Sejumlah fakta dan niatan Garuda Indonesia tadi membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya happy. Dia pun mengaku akan terus intens berkolaborasi dengan Garuda Indonesia untuk menarik pasar Australia. “Bidikan Garuda Indonesia dan Kemenpar sebetulnya sama. Garuda cari passenger, sementara Kemenpar cari wisman. Kalau Garuda ngotot bantu pariwisata, pasti Kemenpar juga akan bantu. Caranya bisa lewat promosi atau insentif di rute-rute baru. Terimakasih Garuda, salam Wonderful Indonesia,” ucapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here