PIOM Fest 2017 Jadi Agenda Tahunan Festival Musik Kota Padang

0
1046

LIPUTAN1.COM, Di tengah hujan rintik-rintik dan udara lembab, Padang Indian Ocean Music Festival (PIOM) Fest 2017 digelar

Berlokasi tepat di bawah jembatan Siti Nurbaya, para musisi-musisi ber-genre etnik kontemporer dari domestik dan luar negeri menyuguhkan music yang berbeda, dalam acara yang dihelat tanggal 8-10 Desember 2017 ini

Tampilnya Seiki Onizuka dari Jepang di awal pembuka membuat suasana dibawah jembatan Siti Nurbaya ini menjadi hangat. Kemudian berturut turut, band dari Singapura , Musa , yang terdiri dari Tan Su Hui (Sophy), Tan Su Min (clara) dan Ng Chee Yao menjadi pembeda

Kemudian tampil menggunakan Tabot yang tergabung dalam Arastra Bengkulu menjadi penutup hari pertama festival ini

Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah yang bersama Kabid Promosi Wisata Alam Kemenpar Hendry Noviardi memukul tambur tanda pembuka Festival ini mengatakan PIOM Fest dapat memberikan pengaruh yang besar untuk tingkat kunjungan wisata ke kota Padang khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya. 

“Kita akan jadikan PIOM Fest 2017 ini sebagai kegiatan tahunan oleh Pemerintah Kota Padang,  karena musik bisa mendukung industri pariwisata di Kota Padang juga,” ujar Mahyeldi

Wako menambahkan dengan kegiatan ini membuktikan bahwa kota Padang telah berubah pandangan dari kota transit di Sumatera Barat menjadi salah satu kota event destinasi pariwisata di Indonesia. Fenomena ini menjadi akar pertumbuhan pariwisata Kota Padang dan bergerak secara signifikan seiring majunya usaha industri pariwisata.

Mehyeldi menegaskan Kota Padang telah siap menjadi pusat penyelenggaraan berbagai event Nasional dan Internasional. 

PIOMFest 2017 juga erat kaitannya dengan organisasi Indian Ocean Rim Association (IORA) atau negara-negara yang berada di sepanjang Samudera Hindia. Salah satu tujuan IORA itu sendiri adalah untuk mengembangkan kerjasama kebudayaan antarnegara.

Pertunjukan musik etnik tersebut akan dimainkan selama tiga hari. mulai Jumat (8/12) pukul 20.00 WIB hingga 22.30 WIB. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu (9-10/12), digelar mulai pukul 15.30 WIB hingga 22.30 WIB.

Selain musisi dari India dan Singapura, India menyertakan dua pemusiknya, yaitu Nikhil Patwardhan dan Partha Mukherjee. Sedangkan Indonesia menampilkan sejumlah grup musik. Seperti Talago Buni (Sumbar), Riau Rhytm Chambers (Pekanbaru), Taufik Adam (Jakarta), dan De Tradisi (Medan). Selain itu, Gazal Himpunan Keluarga Muhadan (Padang). Balega (Padangpanjang), Sanggar Seni Dayung Dayung (INS Kayu Tanam), serta Komunitas Seni Nan Tumpah (Padang).

Melalui, PIOM Fest merupakan sebuah upaya untuk menyambungkan kebudayaan antar negara dan kota dikawasan Samudera Hindia, melalui tradisi musik dapat tumbuh serta berkembang disetiap negara atau kota tersebut, 

“Potensi kota Padang dapat terangkat, para musisi luar Negeri secara tidak langsung dapat mengenal potensi pariwisata dikawasan batang Arau kota Lama, Jembatan Siti Nurbaya dan Gunuang Padang menjadi icon pariwisata,” pungkasnya

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengacungkan dua jempol tanda apresiasi even ini. “Ini menjadi tambahan atraksi baru di kota Padang , membangun platform industri musik di Samudera Hindia. Bila dikemas dengan standar global, akan menjadi daya tarik wisata global juga,” kata Menpar Arief Yahya

Ia selalu melihat sebuah kegiatan itu dari dua sisi. Cultural value dan commercial value. Bahasa mudahnya, semua potensi, kegiatan, dan atraksi harus memberi dampak ekonomis yang konkret bagi masyarakat. 

Untuk itu, bagi Menpar Arief, Kemenpar akan selalu memberikan dukungan untuk kegiatan musik ini.

“Musisi-musisi yang tampil sangat keren dan level dunia. Atraksi dan amenitas di Padang juga sangat lengkap, tinggakl kita bersama sama mempromosikannya agar Festival ini mendunia,” ajaknya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here