PVMBG Terus Pantau Kondisi Gunung Agung

0
797
Istimewa

LIPUTAN1.COM, BALI-Kendati puncak gunung Agung tertutup kabut, namun secara visual yang terekam monitor PVMBG, pijar api pada bagian puncak mulai meredup.

Mulai mengecilnya glow atau sinar api di puncak kawah Gunung Agung, dikatakan Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana, ada kemungkinan panas lava di permukaan turun drastis.

‎”Kalau sekarang glow-nya atau sinar api itu tipis kelihatan, masih terlihat cuma lebih kecil intensitasnya. Artinya, area panasnya lebih sedikit atau kemungkinan lava yang menutupi puncak kawah sudah mendingin‎,” kata Devy di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Kendati intensitasnya terlihat mulai menurun, dirinya memastikan bahwa gunung tersebut hingga kini masih terdeteksi adanya pergerakan magma ‎di kedalaman dangkal.

Hal itu terdeteksi, kata dia dengan masih terekamnya gempa low frekuensi. “Low frekuensi itu mengindikasikan adanya pergerakan magma dari kedalaman dangkal,” katanya.

Bahkan saat ini, sumbat lava sudah terdeteksi dihancurkan. Sehingga udara yang dihembuskan dari atas kawah terdengar suara nyaring seperti suling.

“Suara seperti tiupan seruling itu resonansi yang terjadi seperti ditiup. Isinya bukan gas saja, tapi juga magma. Saat magma naik ke atas pipanya goyang,” ujarnya.

Lanjut dia situasi Gunung Agung terlihat lebih tenang ketimbang sebelumnya. Ia menjelaskan adanya kemungkinan magma dari dalam perut yang ke luar menjadi lava di pucak kawah Gunung mengalami pembekuan.

Menurut Devy, jika sudah ke luar ke permukaan, maka lava akan cepat membeku. ‎Magma yang ke luar jadi lava itu cepat dinginnya. Semakin ke atas akan semakin tebal bekuan lava tersebut.

“Kalau semakin keras mobilitasnya semakin rendah. Hal ini yang memungkinkan meredupnya pijaran api di puncak,” kata Devy.

Memang, kata Devy, dari hasil pengukuran gas SO2 yang terkandung dalam magma saat ini mengalami penurunan cukup drastis. Bahkan, Devy menyebut penurunannya 20 kali lipat lebih rendah dari fase erupsi beberapa waktu lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here