Pacu Jawi Jadi Atraksi Unggulan di Festival Pesona Budaya Minangkabau 2017

0
614
Kemenpar Siapkan Aturan Seaplane untuk dukung Nomadic Tourism

LIPUTAN1.COM, SUMBAR – Sudah pernah nonton lomba Pacu Jawi di Sumatera Barat (Sumbar) ? Apa bedanya dengan karapan sapi di Pulau Madura? Anda penasaran? Ingin nonton? kosongkan jadwal anda, datang ke Kabupaten Tanah Datar pada 2 Desember mendatang, tepatnya di Kecamatan Pariangan, Sumbar.

“Lomba Pacu Jawi merupakan rangkaian penutup Festival Pesona Budaya Minangkabau yang digelar sepekan mulai tanggak 29 November 2017, ini acara sangat menarik dan menjadi puncak event ini,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara EsthyReko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hendry Noviardi.

Hendry mengatakan, tidak lengkap rasanya berkunjung ke Sumatera Barat jika belum menyaksikan permainan tradisional Pacu Jawi. “Dalam Bahasa Minang, Jawi berarti Sapi. Tapi Pacu Jawi ini beda dengan Karapan sapi Madura, Perbedaan mencolok adalah lahan yang digunakan. Kalau Karapan Sapi menggunakan tanah datar sebagai arena, sedangkan Pacu Jawi menggunakan area sawah yang sudah basah. Sehingga kalau difoto tampak lebih dramatis dan banyak mendapatkan momen yang bagus.,”ujar Hendry.

Sebelum dihelat di area sawah yang sudah ditentukan, sejumlah tradisi lokal nantinya akan ikut menyemarakkan Pacu Jawi. Diantaranya adalah arak-arakan Sapi, arak-arakan pembawa Dulang atau Jamba yang berisi makanan. Semua kegiatan diiringi musik talempong dan gendang tasa.

Filosofi dari Pacu Jawi ini adalah pemimpin dan rakyat bisa berjalan bersama. Inilah kenapa sapi yang dipakai untuk Pacu Jawi ada 2 ekor, dan pemenangnya tidak ditentukan siapa yang tercepat tetapi yang bisa berlari lurus seperti orang yang selalu di jalan lurus lebih tinggi nilainya.

Yang unik Pacu Jawi dilepas sendirian dan tidak dipasang lawan, konon cara ini dibuat agar tidak terjadi taruhan yang kerap terjadi pada setiap balapan.

Jokinya dibekali alat bajak pacu yang terbuat dari bambu sebagai alat berpijak sewaktu perlombaan dimulai. Ternyata alat tersebut merupakan salah satu peralatan yang digunakan petani untuk membajak sawah.

Beberapa tahun belakangan menjadi agenda budaya yang sangat dicari oleh fotografer, baik dari dalam dan luar negeri. Pacu Jawi ini sebenarnya sudah ada dari dahulu tetapi karena foto-foto Pacu Jawi banyak memenangkan penghargaan maka lomba foto ini menjadi spot wajib untuk para fotografer.

“Sejumlah foto hasil jepretan sudah menjuarai berbagai lomba foto tingkat lokal, nasional maupun dunia. Satu di antaranya ialah foto pacu Jawi karya Wei Seng Chen, fotografer asal Malaysia, yang menjuarai kategori Sports Action Single di World Press Photo Contest tahun 2013,” bebernya. Jika tertarik menonton langsung gelaran pacu jawi, hanya dengan puluhan ribu rupiah untuk ongkos travel dari Kota Padang, sudah bisa sampai di Tanah Datar. Padang-Tanah Datar bisa ditempuh melalui jalur darat sekitar 1,5 jam.

Jika Anda sudah puas menikmati Pacu Jawi, di sekitar arena sudah disiapkan pasar rakyat. Di sini banyak dijual kuliner khas Minang yang musti wajib dicoba satu persatu. Jadi tunggu apalagi? Saatnya berkemas dan pergi menikmati aksi Pacu Jawi ini.Bagi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, balapan Sapi ala Minangkabau yang sudah menjadi agenda tahunan Kabuopaten Tanah Datar ini kelas dunia.

“Mampu menyedot turis mancanegara, juga mampu meningkatkan taraf perekonomian warga setempat. Setiap ada pacu jawi, banyak warga yang membuka warung nasi dan kopi,”ujar Menpar Arief Yahya.

Kini, setiap tahun, pacu jawi diselenggarakan secara bergiliran selama empat minggu berturut-turut di empat kecamatan di Tanah Datar, yaitu Pariangan, Rambatan, Lima Kaum, dan Sungai Tarab. Kota Sawahlunto juga mulai menyelenggarakan pacu jawi untuk menarik minat wisatawan.

Menurut Menpar, agar eksistensi pacu jawi terjaga dan tetap menjadi tujuan wisatawan dunia , Pemerintah Daerah harus terus membenahi setiap penyelenggaraannya. Termasuk mengupayakan sarana umum, seperti toilet bergerak, kebersihan dan kemasan atraksinya. “Mau jadi pemain global? gunakan stanbar global,” pungkasnya.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here