Bedah Program La Nyalla: Olahraga Bukan Hanya Prestasi, Tapi Juga Modal Sosial

0
392

LIPUTAN1.COM, Berbicara Olahraga modern, tentu harus terbagi dalam dua koridor besar: prestasi dan olahraga sebagai modal sosial. Kedua koridor ini sangat penting untuk mengukir prestasi dan bermuara pada warisan alias legacy.

Sedangkan sosial berkaitan penting dengan kesehatan masyarakat. Warga sehat, berbanding lurus dengan produktifitas sehingga membuat warga tangguh

Bila membedah olahraga prestasi, Indonesia bisa mencontoh negara- negara maju . Mereka mulai menentukan cabang prioritas.
Jawa Timur bisa menjadi role model untuk menentukan skala prioritas

Dari data KONI Jatim, selama ini terdapat lima cabang olahraga bisa menjadi lumbung emas. Baik di tingkat nasional maupun internasional.
panahan, menembak, balap sepeda dan renang. Serta cabang potensial, gulat, wushu dan karate. Tentu diikuti cabang-cabang olahraga lain sebagai penambang perak dan perunggu.

Prioritas ini harus diimbangi dengan standarisasi infrastruktur. Mulai dari tempat latihan untuk kesinambungan pembinaan dan kaderisasi. Hingga venue pertandingan standar internasional. Jatim berpotensi menjadi tuan rumah dalam macam -macam skala mulai dari tingkat daerah, nasional dan internasional.

Cabang olahraga potensial mendapat perhatian lebih untuk menekan problem pembajakan atlet oleh provinsi tetangga.

Lantas bagaimana dengan cabang tidak potensial? Tentu tetap dilakukan pembinaan. Tetapi KONI dan pengurus cabang harus membuat roadmap waktu, di tahun ke berapa cabang tersebut akan menorehkan prestasi.

Roadmap itu harus dites, sebelum diputuskan dan kemudian mendapatkan dukungan total oleh pemerintah.

Sedangkan olahraga sebagai modal sosial harus dilakukan dengan kembali mengedukasi masyarakat di semua lapisan untuk berolahraga menuju hidup sehat.

Literatur abadi Mensana In Corporesan; dalam tubuh sehat terdapat jiwa kuat, harus digelorakan. Termasuk slogan turun temurun, memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Pepetahan kuno, meskipun kita ada di jaman now. Tetapi slogan itu abadi dan fundamental.

Hanya saja harus diikuti dengan ketersediaan ruang publik bagi masyarakat berolahraga dan hidup sehat. Setiap kota dan kabupaten harus menyediakan ruang terbuka hijau sebagai sarana olahraga masyarakat.

Harus terdapat ruang terbuka hijau. Minimal,jauh dari polusi. Ruang-ruang itu tidak harus terkosentrasi di suatu tempat. Tetapi harus tersebar di setiap sudut kawasan.

Infrastruktur ini investasi masa depan karena kesehatan warga adalah modal sosial. Pemerintah harus membidani komunitas komunitas olahraga di sekolah-sekolah sepakbola atau dojo untuk anak-anak usia sekolah dasar. Karena semua itu adalah perangkat pendukung. Jangan dipandang sebelah mata. Karena kesehatan akan semakin mahal.

Pemerintah wajib memberikan apresiasi, bukan saja kepada atlet dalam olahraga prestasi, tetapi juga kepada pegiat dan masyarakat memberi andil bagi generasi sehat. Termasuk perhatian kepada perguruan-perguruan silat dan klub-klub sepakbola amatir.
Karena mereka memberi kontribusi kepada generasi muda sehat, memiliki potensi untuk mengukir prestasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here