Sosok Panglima TNI Baru Harus Pahami Tiga Masalah

0
267
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Pengamat intelijen Ridlwan Habib berharap Panglima TNI, pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo, ke depan fokus terhadap penguatan strategis pertahanan Indonesia di kawasan. Sedikitnya ada tiga dinamika terkait isu kawasan. Pertama, Laut Cina Selatan.

“Perlu penguatan pangkalan-pangkalan di pulau terluar, misalnya di Ranai. Lalu, juga tambahan alutsista (alat utama sistem persenjataan) untuk TNI AL dan TNI AU,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/11/2017). Harapannya, TNI AU beroperasi maksimal di luar Zona Ekonomi Ekslusif, bahkan hingga 200 mil dari lepas pantai.

Panglima TNI ke depan diharapkan turut memikirkan interoperabilitas ketiga angkatan, agar saling mendukung dalam mengamankan wilayah Indonesia.

“Jangan hanya terjebak isu dalam negeri saja,” ujar raih gelar Master Kajian Strategi Intelijen Universitas Indonesia ini mengingatkan.

Masalah kedua, dinamika konflik ISIS di Filipina Selatan. Meski Marawi sudah berhasil direbut tentara Filipina, namun jalur laut belum sepenuhnya aman.

“Perlu penguatan operasi bersama Angkatan Laut didukung dengan kekuatan armada Udara di kawasan itu,” usul Ridlwan.

Menurutnya, isu ini tak boleh diremehkan dan dianggap angin lalu. “Butuh Panglima TNI yang memahami secara detail mekanisme operasi laut dan operasi udara,” jelasnya.

Persoalan terakhir terkait masalah Papua yang terus digaungkan kelompok separatis setempat. Kata Ridlwan, persoalan tersebut harus dientaskan oleh Panglima TNI yang berkemampuan pengendalian operasi penggalangan.

“Agar isu Papua tidak dimanfaatkan secara negatif oleh kelompok separatis bersenjata,” paparnya.

Misalnya, menggalang dukungan negara-negara di Pasifik selatan mau menerima kepemimpinan Indonesia dalam memerangi tindakan illegal pencurian ikan di laut sekitar kawasan (IUU Fishing). Sehingga, mencegah internasionalisasi isu Papua.

“Permasalahan strategis yang global seperti ini, yang idealnya menjadi prioritas fokus Panglima TNI, dan bukan soal politik dalam negeri,” ingin Koordinator Indonesia Intelligence Institute itu.

Di sisi lain, Ridlwan menilai, wajar bila belakangan mencuat masalah pergantian Panglima TNI. Soalnya, Panglima Gatot bakal memasuki usia pensiun pada Maret 2018. Meski demikian, dia menyerahkan seutuhnya ke Presiden, karena menjadi hak prerogatifnya.

Dia pun meyakini, Presiden Joko Widodo sudah mempunyai calon pengganti yang tepat.

“Pak Jokowi tentu sudah punya kalkulasinya. Dari sisi waktu, tentu sudah wajar jika Panglima yang sekarang diganti,” pungkas Ridlwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here