Panen Raya di ISEF 2017 Surabaya

0
417
Kemenpar Siapkan Aturan Seaplane untuk dukung Nomadic Tourism

LIPUTAN1.COM, SURABAYA – Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2017 di Surabaya yang dibuka Kamis (9/11) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, benar-benar bikin happy. Agendanya diserbu 6000 opinion leader dari berbagai negara. Hotel di sekitar acara fully booked. Begitu juga dengan jasa rental kendaraan.

Para peserta Shari’a Expo pun sumringah. Maklum, dagangan mereka laku keras. Stand makanan laris. Cinderamata dan oleh-oleh ikut ludes. Semua panen raya.

“Dampak ekonominya sangat besar. Semua stand makanan dan minum selalu penuh. Semua orang berbelanja,” Kepala Departemen Keuangan dan Ekonomi Syariah BI Anwar Bashori, Jumat (10/11).

Prediksi kasarnya, ada Rp 3 miliar uang yang berputar dalam dua hari pertama. “Dalam dua hari saja 6000 wisatawan yang datang ke ISEF 2017. Kalau satu orang mengeluarkan Rp 500 ribu saja, perputaran uangnya sudah miliaran rupiah. Sekitar Rp 3 miliar. Itu belum termasuk hotel dan rental mobil,” katanya.

Ucapan Anwar Bashori ikut diamini para pedagang. Ibu Atun misalnya. Wanita yang merupakan pemilik warung nasi cumi yang ngehits di Surabaya tersebut mengaku keteteran melayani pembeli. “Alhamdulillah sejak hari pertama tidak pernah sepi. Rata rata 4 juta/hari. Padahal harga yang ditawarkan sama dengan warung yang biasa saya kelola di pasar Atom. Kata wanita asal Madura tersebut.

Hal senada juga diucapkan Budi Sunarto, penjual oleh oleh khas Surabaya. “Lumayan banyak yang belanja oleh oleh. Yang paling diminati bandeng presto khas Surabaya. Banyak untung lah, omzetnya sampai 3 juta per hari,” kata pria berkaca mata tersebut.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kabid Konvensi dan Pertemuan Eddy Susilo juga seirama. Dari prediksinya, perputaran uang selama ISEF 2017 bisa lebih dahsyat lagi. “itu baru dua hari pertama. Di penutupan acara pasti lebih banyak lagi pengunjungnya” ujar wanita berkerudung tersebut.

Lebih lanjut Esthy menambahkan Surabaya adalah salah satu kota family friendly tourism dengan kekuatan budaya Islamnya yang sangat kuat. Surabaya punya Mesjid Muhammad Ceng Ho yang merupakan mesjid bernuansa Tionghoa, Masjid dan Makam Sunan Ampel serta lebih dari 70 pesantren yang tersebar di kota Surabaya.

“Potensi Surabaya sangat besar dalam mengembangkan destinasi wisata syariah karena kekuatan kultur dan budaya Islamnya yang kuat,” tambahnya.

Respon Menpar Arief Yahya pun sangat positif. Dia sampai tak ragu melayangkan emoji tiga jempol buat IFES 2017 Surabaya.

“ini brilian. Wisata MICE (meeting, incentive, conference and exhibition, Red) digabungkan wisata halal di Surabaya, luar biasa sekali impactnya. Sudah pasti panen semua,” kata Arief Yahya.

Khusus family friendly tourism, menteri asal Banyuwangi itu bahkan berani mematok target nomor satu dunia. “Indonesia pada 2015 menyabet 3 penghargaan pada World Halal Tourism Award 2013 di Abu Dhabi. Tapi pada ajang serupa 2016, Indonesia menyabet 12 dari 16 penghargaan. Harusnya bisa nomor satu! Kalau dilihat dari datanya pasti bisa,” ungkapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here