Gandeng Pokdarwis Gelar Kuliner Ikonik Lalu Undang Komunitas Otomotif Datang

0
331
Kemenpar Siapkan Aturan Seaplane untuk dukung Nomadic Tourism
LIPUTAN1.COM, GUNUNGKIDUL – Langkah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengenalkan obyek wisata serta mempromosikan kuliner ikoniknya patut dicontoh. Dua dinas bersinergi menggelar Festival Kuliner di kawasan Pantai Sundak. Kedua dinas ini adalah Dinas Pariwisata (Dinpar) dan Dinas Kelautan Perikanan (DKP).
Festival yang digelar Sabtu (11/11) ini selain mempromosikankan obyek wisata juga merupakan upaya pemberdayaan UKM dan komunitas. Dinas Pariwisata mengambil tema “Iconic Culinary of Gunungkidul” sedang DKP mengambil tema “Think Fish”.
Festival ini menampilan lomba memasak dan sajian antar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Gunungkidul. Lomba masak bahan ikan antar PKK kecamatan se-Gunungkiduk yang diikuti oleh 18 kecamatan.
“Jadi ada 25 Pokdarwis dan 18 wakil kecamatan yang meramaikan festival kuliner ini. Inilah saatnya menikmati pesona Jogja Lantai Dua, merasakan sensasi dari kuliner khas di Gunungkidul. Kuliner berbasis ikan dinikmati di pantai yang indah,” ujar Kepala Seksi Promosi dan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Purnomo Sumardamto, Kamis (9/11).
Tidak hanya itu, kegiatan ini masih didukung oleh sejumlah komunitas. Yakni sajian dari kelompok UKM, anggota Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Gunungkidul, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan PokLahSar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) Gunungkidul. “Kurang lebih ada 30 stan,” tambah Purnomo.
Yang menarik, event ini sudah pasti akan dihadiri oleh dua komunitas otomotif. Karena event ini diadakan  bersamaan dengan Jelalah Wisata yang diikuti oleh komunitas Pajero Owners Community (POC) dan Toyota Land Cruiser Indonesia (TLCI). Diperkirakan akan ada 100-an mobil mengikuti jelajah wisata ini.
Rute jelajah wisata ini dimulai dari Jogja Expo Center (JEC). Rombongan kemudian menuju ke Ngingrong. Di lokasi geopark ini rombongan disaambut kesenian tradisional dan permainan flying fox. “Setelah itu mereka menuju ke Pantai Sundak untuk menikmati makan siang di festival kuliner ini sambil menikmati hiburan,” tandas Purnomo.
Di Pantai Sundak diharapkan disambut  Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi atau Sekda Gunungkidul Drajat Ruswandono. Setelah dari Pantai Sundak rombongan Jelajah Wisata menuju Embung Nglanggeran untuk menikmati sunset.
Keterlibatan komunitas otomotif ini diharapkan memberi dampak promosi yang simultan. Upload foto-foto suasana tempat wisata, sajian kuliner dari peserta Jelajah Wisata akan menyebar di media sosial anggota komunitas. Mereka akan mempromosikan Gunungkidul secara sukarela.
Menpar Arief Yahya berpesan agar sinergi dilakukan secara meluas menggunakan konsep Pentahelix Model. Ada 5 unsur penting dalam Pentahelix itu, antara lain Academician, Business, Community, Government dan Media. Disingkat ABCGM. “Semua
unsur itu harus digandeng, jika ingin sukses lebih cepat dan sustainable,” kata Menpar Arief Yahya.
Seperti di hampir semua pantai di Gunung Kidul, dari Baron, Kukup, Krakal, Sundak, Indrayanti, dan seterusnya, sudah saatnya ditata yang baik. Agar atraksi pasir dan pantainya bisa dinikmati wisatawan dengan optimal, lalu masyarakat pedagang dan pelaku usahanya juga tertata rapi.
Prinsipnya, customers utama pariwisata adalah travellers, atau wisatawan itu sendiri. Jika ingin mereka mendapatkan kesan yang baik, maka harus dilayani dengan baik pula. “Karena itu harus mendapatkan pengalaman berlibur yang menyenangkan, tertata rapi, kebersihan, keamanan dan kenyamanan mereka terjaga,” kata Arief Yahya.
Kalau pengelolaan destinasi bagus, mereka alkan bercerita kepad semu orang dengan tone yang bagus. Sebaliknya juga begitu, mereka sudah makin terbiasa dengan review di media sosial dan laman khusus travellers, seperti tripadvisor, ctrip, hanatour, musafir.com, dan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here