Peserta Kirab Pemuda Dapat Sambutan Meriah di Bolaang Mongondow

0
413
Istimewa

LIPUTAN1.COM, BOLAANG MONGONDOW-Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Yanny Ronny Tuuk, membuka secara resmi dua kegiatan sekaligus di Lapangan Daagon, Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Jumat (03/11/2017) petang.

Masing-masing yakni Kirab Pemuda 2017 dan Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci “Untuk Persatuan Indonesia”. Dipaparkan Yanny, ini upaya pembangunan SDM yang diprakarsai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara berkelajutan dan menyeluruh sebagaimana peserta kirab representasi pemuda seluruh tanah air.

“Diharapkan para peserta mampu berperan aktif sebagai inspirator bagi anak muda di wilayahnya masing-masing dalam menjaga Kebhinekaan Indonesia yang utuh, tangguh dan dan berjaya di masa akan datang. Kebhinekaan Indonesia dalan kerukunan beragama harus dijaga dan dipelihara sampai kapan pun. Karena hal tersebut tercantum dalam ideologi masyarakat serta menjadi landasan hidup seperti diajarkan semua agama di Indonesia,” katanya menyampaikan anamat sambutan dari Bupati Yasti Soepredjo Mokoogow.

Semboyan Bhineka Tungga Ika, dilanjutkannya, memperlihatkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia yang penuh keanekaragaman. Karena meski kita berbeda tetapi tetap satu tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia.

“Eksistensi ini yang harus dijiwai para peserta karena identitas pemuda sebagai generasi muda penerus bangsa telah digerogoti berbagai pengaruh budaya luar, antara lain radikalisme dan eksklusifisme sehingga pemerintah menjalankan satu dari sembilan prioritas yang dikenal dengan Nawa Cita. Di antaranya, yaitu memperteguh Kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia sebagai kebijakan memperkuat pendidikan Kebhinekaan dan menciptakan ruang dialog antarwarga. Selain dengan visi dan misi pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, gerakan Pemuda membaca Kitab Suci merupakan perwujudan bagian zona intregritas kerukunan umat beragama di daerah ini. Karena Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan daerah percontohan atau minuatur kerukunan antarumat beragama di Provinsi Sulawesi Utara,” imbuhnya.

Yanny pun berharap Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci tidak hanya dijadikan seremonial.  Melainkan, yakni dapat diikuti seluruh komponen masyarakat sebagai upaya merawat spirit keagaaman dalam jiwa pemuda.

“Karena masa depan bangsa ini salah satunya dilakukan kesadaran kolektif termasuk pemuda terhadap keyakinan agama masing-masing dalambhingkai NKRI yan religius serta sikap saling menghargai dan toleransi, di tengah keyajinan yang ada,” tuturnya.

“Mari kita tingkatkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi umat beragama dengan menjadikan para pemuda sebagai garda terdepan sekalgu panutan dalam mengamalkan ajaran kitab suci masing- masing,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here