Inilah Langkah Serius Kemenhub

0
461
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan fokus untuk meningkatkan investasi khususnya di bidang transportasi untuk memenuhi target meningkatkan pertumbuhan nasional di atas 5 persen.

Langkah investasi itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk bisa menunjang pertumbuhan ekonomi nasional, namun diperlukan peran serta swasta dalam meningkatkan investasi, karena dana yang dimiliki pemerintah terbatas.

“Untuk pembangunan di sektor transportasi kita membutuhkan lebih kurang Rp. 1300 triliun. Sementara dana pemerintah yang hanya ada Rp. 500 triliun. Pemerintah menginginkan swasta juga ikut dalam proyek-proyek infrastruktur transportasi, agar selisih pendanaan dapat diatasi,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya di Jakarta.

Budi bahkan mengatakan infrastruktur merupakan proyek masa depan, apalagi kota Jakarta, saat ini sedang gencar pekerjaan proyek infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan yang selama ini belum dilakukan.

“Kita ingin Jakarta berubah pada tahun 2018-2019 yakni Jakarta telah menerapkan konsep transportasi massal. Kita akan tinggalkan konsep transportasi yang membuat kemacetan. Saya yakin apabila MRT, LRT, BRT dan KRL kita tingkatkan kapasitasnya, pasti kemacetan akan berkurang dan sektor properti di Jakarta dan sekitarnya semakin tumbuh,” tutur Budi.

Sejauh ini Kementerian Perhubungan sedang fokus mengembangkan beberapa proyek-proyek transportasi seperti di Toba, Bandara Silangit telah dikembangkan dari bandara kecil menjadi bandara yang sudah internasional. Di Kulonprogro Yogyakarta membangun bandara dengan kapasitas 20 juta penumpang yang nantinya juga disiapkan kereta bandara. Lalu di Mandalika yang ditargetkan sebagai low cost carrier terminal (LCCT) dimana dengan jumlah wisatawan yang banyak akan memberikan dampak yang bermanfaat dan massif.

Untuk itulah Kementerian Perhubungan juga terus konsisten melakukan percepatan penyediaan infrastruktur transportasi, baik itu dilakukan pemerintah maupun bersama-sama dengan swasta.

“Secara nyata ada 20 pelabuhan dan 10 bandara yang sedang kita lakukan kerjasama untuk konsesi selama 30 tahun. Artinya kita menghendaki swasta membangun dan mengelola proyek-proyek transportasi tersebut secara profesional. Di samping itu dana APBN akan kita bangun di lokasi terpencil, terjauh sesuai dengan Nawacita atau visi misi Pemerintah yang membangun dari pinggiran,” tambah Budi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here