UMP DKI Jakarta 2018 Naik 8,71 Persen Menjadi 3.648.035

0
558
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menetapkan besaran nilai upah minimum provinsi (UMP) tahun 2018 sebesar Rp. 3.648.035 naik 8,71% dibanding tahun sebelumnya.

“Kami tetapkan bahwa UMP DKI Jakarta 2018 sebesar Rp3.648.035, naik 8,71% dari tahun sebelumnya 2017 yang sebesar Rp3.355.000,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu malam.

Penetapkan UMP ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan beberapa undang-undang lainnya.

Anies menjelaskan, penetapan UMP itu tidak sederhana, tapi melalui negosiasi panjang dan sudah menimbang aspirasi dari berbagai pihak, baik dari pengusaha, pekerja dan Pemprov DKI Jakarta.

“Penetapan UMP ini tidak sederhana, tapi melalui negosiasi panjang,” ungkap Anies kepada wartawan.

Dirinya juga mengatakan, angka UMP ini dinilai sudah memudahkan semua pihak. Buruh akan menikmati kenaikan gaji dan pengusaha tidak akan terlalu menanggung beban karena ekonomi yang kini tengah lesu.

“Mudah-mudahan kenaikan UMP ini bisa memudahkan semua pihak. Dari sisi buruh dapat menikmati kenaikan UMP. Sedangkan dari sisi pengusaha tidak terlalu menanggung beban berat mengingat kondisi perekonomian sekarang yang relatif lesu,” katanya.

Sementara itu, Sandiaga menambahkan, penetapan UMP tersebut sudah memperhitungkan beberapa hal, mulai dari regulasi hingga kebutuhan pekerja.

“Ada 15 acuan, ada undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri. Solusi bagi dunia usaha yang melemah dan serikat pekerja soal biaya hidup tinggi, ongkos transportasi dan belanja,” tutur Sandiaga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here