Kominfo Sebut Registrasi Ulang Kartu Prabayar Untuk Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat

0
334
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika
(Kemenkominfo) mengimbau agar masyarakat tidak khawatir dengan
registrasi ulang kartu prabayar.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika
Kemenkominfo Ahmad Ramli menjelaskan registrasi ulang kartu SIM
prabayar bertujuan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital dan
memastikan registrasi ulang sim card kartu prabayar seluler aman.

“Registrasi ulang tersebut untuk memberikan kenyamanan dan keamanan
masyarakat, tidak ada maksud lain dan kami mendukung transaksi online.
Dengan registrasi identitas yang benar, itu akan mendukung ekonomi
digital,” kata Ahmad di Jakarta.

Dirinya mengatakan, dengan registrasi ulang kartu SIM bertujuan untuk
melindungi masyarakat dari penipuan, tindak kejahatan dan pelanggaran
hukum melalui sarana telepon seluler dan media elektronik lainnya.
Untuk Itu, beliau menghimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai
berita bohong atau hoax yang beredar saat ini.

Pendaftaran registrasi ulang dimulai pada 31 Oktober 2017 hingga 28
Februari 2018. Jika tidak mendaftar hingga 28 Februari 2018 maka kartu
akan diblokir secara bertahap hingga pada 28 April 2018.

Ahmad menuturkan akan melakukan pemblokiran kartu secara bertahap.
Dalam rentang waktu 30 hari sejak masa registrasi ulang kartu,
pemblokiran akan dilakukan pada panggilan maupun pengiriman pesan ke
luar. Selanjutnya, 15 hari setelah itu giliran panggilan dan
pengiriman pesan ke dalam yang diblokir.

“Untuk paket internet masih akan hidup hingga sampai 28 April 2018,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here