Inilah Syarat Agara Rumah 0 Persen Terwujud

0
483
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Janji Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno soal rumah down payment (DP) 0 rupiah memungkinkan direalisasikan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Doni P Joewono. Ia memberi catatan program DP 0 rupiah harus memiliki jaminan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Program perumahan DP nol rupiah itu tidak diatur karena kalau dijamin pemerintah pusat sama daerah ya boleh,” terang Doni di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/11/17).

Saat rapat bersama Wagub DKI Sandiaga Uno dan jajarannya, Doni menjelaskan beberapa skema yang mungkin dilakukan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus memikirkan beberapa opsi skema tersebut.

Salah satu skema yang bisa dilakukan yakni bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Dengan skema itu, Pemprov DKI Jakarta hanya menyiapkan subsidi dana 1 persen uang muka untuk setiap unit hunian, sedangkan pembangunan rumah bisa dilakukan oleh Kementerian PUPR menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Kementerian PUPR bisa akan dipanggil untuk memberikan informasi apakah bisa dilakukan atau tidak.

Skema kedua, jika kerja sama tidak bisa dilakukan dengan pemerintah pusat maka pembangunan bisa dilakukan pihak swasta. Dalam hal ini ada tiga badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta, yakni PD Pembangunan Sarana Jaya, PT Jakarta Propertindo, dan PD Pasar Jaya. Menurutnya, Sandi sudah meminta tiga BUMD tersebut untuk merumuskan skema pembangunan rumah DP 0 rupiah.

“Mereka yang ngerjain nanti tiga BUMD tadi, dia akan mengolah¬†scheme-nya. Nanti kalau sudah mentok, baru subsidinya dari APBD,” terang Doni.

Selain itu, Doni menyebutkan perbankan bisa memberikan bantuan untuk pembangunan rumah DP 0 rupiah. Namun, ia mengingatkan agar perbankan berhati-hati memberikan bantuan.

“Ada namanya¬†prudential banking, jadi jangan sampai bank membiayai tanpa berhati-hati. Jangan sampai bank itu membiayai, debiturnya enggak selektif, dananya segala macam. Jadi kalau banknya collapse kan yang rugi kan semua,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here