Kemenpar Menjaring Wisman di China-Asean Expo Tourism Exhibition

0
301
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) makin konsisten menjaring wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok. Kali ini Wonderful Indonesia akan berpromosi China-Asean Expo Tourism Exhibition di Guillin, Tiongkok pada 11-13 Oktober 2017.

Adapun rangkaian kegiatan dari China-Asean Expo Tourism Exhibition meliputi pertemuan dengan pimpinan China National Tourism Administration (CNTA), Gubernur Guanxi dan juga pemerintah kota Guilin.

“Nanti juga akan ada penampilan Tim Kesenian yang dipersembahkan oleh KJRI Guangzhou, Seminar Promosi Pariwisata, dan wawancara dengan media lokal Tiongkok,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu, Selasa (3/10).

Wonderful Indonesia mendapatkan booth seluas 100 m2 yang nantinya akan diisi oleh industri dan juga cultural performance. Kegiatan ini adalah hasil kerjasama yang baik antara KJRI Guangzhou dan Kementerian Pariwisata.

“Dengan berpartisipasi aktif pada kegiatan ini, diharapkan mampu membangun kesadaran wisatawan Tiongkok mengenai kebudayaan dan juga keindahan seni dari Indonesia serta mampu membangun keakraban dan awareness dari wisatawan Tiongkok untuk datang dan berkunjung ke Indonesia,” ujar Pitana.

Jumlah wisatawan asal China sudah sangat terasa di Manado dan Bali. Semuanya terbang secara bergelombang dengan pesawat charter milik maskapai penerbangan Lion Air dari enam kota di China.

“Dan ini akan kami terus perluas promosisnya, bukan hanya fokus membidik kota tingkat 1 China yang meliputi Shanghai, Guangzhou, Beijing, atau Shenzhen tetapi juga kota tingkat 2 di China” tambah Pitana.

Berbicara mengenai tingkatan, kota-kota yang dimaksud dengan tingkat 2 di China adalah kota-kota yang secara ekonomi memiliki produk domestik bruto (PDB) antara USD 68 miliar–USD 299 miliar.

“Untuk menjaga momentum ini, Kemenpar mengadakan diversifikasi promosi. Maskapai Indonesia pun turut mendukung pembukaan penerbangan ke kota-kota tingkat 2 di China sehingga promosi pariwisata Indonesia dianggap sebagai suatu keharusan,” lanjut Pitana.

Sementara itu, Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jamadu menambahkan, dalam Pameran yang dilangsungkan di kota yang disebut tempat terindah surga dunia di China Selatan,  Kemenpar mendapatkan booth seluas 100 m2 yang nantinya akan diisi oleh industri dan juga cultural performance.

“Konsepnya,  B to B (Business to Business) Promotion dan berbasis pre-scheduled appointment (PSA) dimana akan terjadi kontak dan kontrak bisnis antara para seller (Indonesia) dan buyers (good mix of International dan Chinese buyers),” kata Vinsensius.

Dalam tiga hari pameran, lanjut pria yang akrab disapa VJ ini, telah diadakan pertemuan dengan pimpinan CNTA, Gubernur Guanxi dan pemerintah kota Guilin, yang nantinya akan saling bersinergi untuk meningkatkan jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia.

“Selain sebagai ajang mempromosikan destinasi wisata di Indonesia kepada masyarakat Tiongkok, XSITRE 2017 diharapkan juga bisa menghasilkan transaksi yang signifikan dari hasil penjualan paket wisata dalam upaya mendatangkan wisatawan Tiongkok ke Indonesia dan memperkenalkan destinasi-destinasi pariwisata Indonesia,” pungkas VJ.

China-Asean Expo Tourism Exhibition2017 merupakan pameran terbesar yang didukung oleh pemerintah Guangzhou, dengan lokasi pameran seluas 23.000 m2. Sedikitnya 800 perusahaan, dimana lebih dari 300 perusahaan berasal dari 59 negara yang turut serta seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Arika Selatan, Mesir, Jepang, Malaysia dan 24 Povinsi di Tiongkok.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, jumlah wisatawan China meningkat secara konsisten dengan pertumbuhan rata-rata di atas 20 persen. “Hal ini menunjukkan program marketing kita sangat efektif. Untuk diketahui, di Pulau Bali jumlah wisatawan China sekarang sudah nomor satu mengungguli jumlah wisatawan Australia,” jelas Arief Yahya

Arief Yahya menjelaskan, Kementerian dibawah komandonya akan terus melakukan promosi yang gencar dari Wonderful Indonesia baik melalui sales mission, pameran, dan ranah digital ke negara Tiongkok

“Ini menjadi bagian strategi kami untuk mencapai target kunjungan wisman sebesar 15 juta tahun 2017. Juga menjadi momentum yang tepat untuk mempromosikan Pariwisata Indonesia di sana,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here