Dubai dan Abu Dhabi Terbius Pesona Bali

0
375

LIPUTAN1.COM, DUBAI – Nama Bali benar-benar paten di Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA). Dalam Sales Mission di dua kota tadi, 18-19 Oktober 2017, nama Bali paling sering disebut ratusan buyers Middle East. Seolah-olah, itu menjadi perayaan sukses penjualan destinasi liburan ke Indonesia.

“Bali paling sering disebut. Paling banyak dicari buyers Dubai dan Abu Dhabi,” papar Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Kemenpar, Nia Niscaya, yang ikut diamini kepala rombongan Sales Mission Dubai-Abu Dhabi, Rita Sofia, Kamis
(19/10).

Semua yang dicari wisman UEA memang ada di Bali. Dari mulai pantai, gunung, budaya, tempat yang hijau, dingin, hingga tempat yang hijau royo-royo, semuanya ada. Yang mencari kemeriahan malam hari, juga ada
di Bali. “Tempatnya memang sangat komplit. Pilihannya banyak,
sampai-sampai, untuk urusan kuliner sekalipun tetap ada. Dan takkan
pernah ada habisnya,” tambahnya.

Raja Salman bin Abdulaziz Alsaud dari Arab Saudi juga sempat ikut
tergoda oleh eksotiknya Pulau Dewata. Cerminannya bisa dilihat dari
lawatannya ke Indonesia beberapa waktu lalu. Dia bersama rombongan
memilih beristirahat di sana sambil menikmati keindahan alam serta
budaya masyarakat setempat sebelum kembali melanjutkan perjalanannya.

Presiden ke-44 Amerika Serikat Barrack Obama juga sama. Bersama
keluarganya, dia banyak menghabiskan waktu liburan di Bali. Dari mulai
menapaki hijaunya areal persawahan hingga arung jeram, semua
dilakoninya dengan happy.

Dari sisi jumlah wisman yang berkunjung, Bali juga terlihat sangat
istimewa. Hampir 40 persen wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia
melalui Bali. Hanya 30 persen melalui Jakarta, 20 persen melalui
Kepulauan Riau dan 10 persen sisanya tersebar merata di daerah lain di
nusantara.

“Jadi nggak heran kalau saat Sales Mission di Dubai dan Abu Dhabi,
Bali lah juaranya. Penjualannya bahkan lebih bagus dari Sales Mission
Oman, beberapa waktu lalu. Selain destinasinya komplit, akses udaranya
pun sangat gampang. Sekarang, maskapai penerbangan dunia sekelas
Emirates sudah rutin terbang dua kali sehari dari Dubai ke Ngurah Rai
Bali,” timpal Aisyah Camila Agusty, Tour Manager Tambatan Hati.

Meski sedang digelayuti kabar erupsinya Gunung Agung, Bali tetap saja
jadi pilihan utama buyers Middle East. Mereka seakan tak terpengaruh
tentang isu erupsi Gunung Agung yang jaraknya sangat jauh dari tempat
wisata seperti Kuta, Seminyak dan Denpasar. “Tadi saya tanyakan ke
beberapa buyers ternyata mereka malah tidak tahu ada erupsi Gunung
Agung. Bagi mereka Bali masih tetap aman. Tetap menarik untuk
dijadikan destinasi liburan bersama keluarga,” timpal Nour Aridi,
Country Manager VITO Middle East.

Dan faktanya, Sales Mission di Dubai dan Abu Dhabi yang digelar selama
dua hari tak pernah sepi. Ratusan bangku yang disiapkan di dua hotel
bintang 5 di Dubai dan Abu Dhabi selalu tak pernah cukup menampung
buyers UEA. Semua tertib mencari informasi seputar destinasi di
Indonesia. Dan semua, sama-sama memprioritaskan paket-paket berlibur
ke Bali, meskipun harga yang dipatok lumayan tinggi. “Justru makin
mahal itu makin laku. Karakter wisman UEA itu nggak mau susah. Mereka
pasti mencari hotel terbaik, layanan transportasi paling nyaman sampai
kuliner termahal. Kalau puas, bagi mereka uang bukanlah soal,” timpal
Konjen RI di Dubai Azraf F. Firman.

Di Sales Mission itu, Azraf bahkan ikut mengawal sampai habis agenda
hard selling yang digelar Kemenpar itu. Dari mulai Bali, Bandung,
hingga Jakarta, semua ikut dipaparkan kepada ratusan buyers. “Bali
sangat cocok karena selain lengkap, destinasinya punya segudang
reputasi dunia. Pernah dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia
dalam “Travellers TripAdvisor”. Underwaternya juga sering juara dunia,
jadi arahnya memang mengerucut ke sana,” tambahnya.

Selain Bali, Bandung juga ikut jadi incaran. Bagi Azraf, ini juga bisa
dimaklumi mengingat wisman UEA sangat suka dengan udara sejuk dan
wisata belanja di Bandung. Sementara di Jakarta, wisman UEA bisa
mencari beragam hiburan malam yang sangat disuka kalangan anak muda
Middle East. “Jadi silakan berlibur ke Indonesia. Ada Bali, Jakarta
dan Bandung yang bisa dieksplore,” ajak Konjen.

Menteri Arief Yahya ikut melayangkan jempol kepada Konjen Asraf. Dia
pun sepakat menilai Bali sebagai contoh destinasi yang paling lengkap,
baik menyangkut atraksi, akses serta amenitas atau fasilitas
pendukungnya. “Sebagai destinasi, Bali dinilai paling maju di Tanah
Air, sehingga dinobatkan sebagai ikon pariwisata Indonesia. Jadi
silakan berlibur ke Indonesia. Ada banyak sisi lain yang bisa
dinikmati di negeri kami,” ajak Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.
(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here