Kemegahan Sriwijaya Siap Disuguhkan dengan Tarian di KAYAF 2017 Jepang 

0
303
Istimewa
LIPUTAN1.COM, JAKARTA – Berbagai peluang dimanfaatkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) guna mempromosikan “Wonderful Indonesia” di dunia internasional. Termasuk di pasar negara-negara Asia Pasifik, khususnya Jepang.
Dalam waktu dekat, Kementerian di bawah komando Arief Yahya ini akan mendukung kehadiran Sanggar Tari Srijayanasa dari Sumatera Selatan yang akan menjadi wakil Indonesia di ajang Kagoshima Asian Youth Arts Festival (KAYAF) 2017 pada 19 hingga 24 Oktober mendatang.
Direktur Srijayanasa Dance School, Surtia Ningsih mengatakan, perhelatan ini merupakan festival seni dan budaya internasional tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kagoshima. Tahun ini merupakan penyelenggaraan KAYAF ke-12 dan dihadiri ratusan peserta dari negara-negara di Asia.
Kata Surtia Ningsih, dalam KAYAF ke-12 nanti, pihaknya akan membawakan dua jenis tarian. Yaitu tari Sidhayatra dan tari Srijayana. Keduanya dari Sumatera Selatan. “Kami akan hipnotis pengunjung yang hadir dengan gerak tari yang menggambarkan keindahan nusantara untuk dapat memperkuat nation branding Wonderful Indonesia dan menjadi daya tarik wisatawan Jepang untuk berkunjung ke Indonesia,” ujar Surtia Ningsih.
Surtia menjelaskan, tarian Sidhayatra menggambarkan keagungan dan kemegahan Kerajaan Sriiwjaya yang pernah menguasai nusantara masa lampau. Sedangkan dalam tarian Srijayanasa, mewakili kebijaksanaan dari Raja Pertama adirha, Raja Dapunta Hyang yang tertera dalam Prasasti Telaga Batu, kutukan dan serangan dari Raja Dapuntha Hyang kepada daerah yang semena mena terhadap rakyatanya.
“Jadi isinya adalah tentang peringatan atau ancaman bagi siapa saja, baik pembesar kerajaan maupun rakyat jelata yang tidak patuh terhadap perintah sang Raja akan diserang,” ujar Surtia.
Srijayanasa Dance School dalam KAYAF 2017 sedikitnya akan tampil di lima lokasi. Seperti Houzan Hall, City Hall, Sun Royal Hotel, Chuo Park dan Tenmokon Arcade. Selain itu, Srijayanasa Dance School juga berkesempatan untuk tampil di acara Farewell Party di Hotel Palece Inn.
“Seni dan budaya Indonesia sangatlah menarik. Kami akan tampil maksimal sehingga dapat menjadi promosi wisata Indonesia ke dunia internasional,” ujarnya.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana, menyebutkan bahwa KAYAF 2017 ini bukan hanya tempat memperkenalkan budaya Indonesia, tetapi juga berkontribusi pula dalam meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program Kemenpar dalam menambah jumlah wisatawan sekaligus memperkenalkan destinasi wisata di Sumatera Selatan. Karena dengan mengenal tarian, itu juga sama dengan memperkenalkan Indonesia”, ujar Pitana yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik, Vinsensius Jemadu.
Seni tari dan Pariwisata merupakan dua kegiatan yang saling memiliki keterkaitan yang sangat kuat.”Seni pertunjukan dalam konteks industri pariwisata telah menjadi atraksi atau daya tarik wisata yang sangat penting dan menarik, khususnya apabila dikaitkan dengan kegiatan wisata budaya,” tambah Vinseius Jemadu.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi keikutsertaan Srijayanasa Dance School di ajang KAYAF 2017. “Anak anak muda ini juara, mau belajar dan melestarikan seni tradisional. Mudah-mudahan irama dan harmoni tarian tradisional asal Sumatera yang dibawakannya nanti dapat menggelitik rasa ingin tahu masyarakat Jepang untuk datang ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here