Penerimaan Pajak 2018 Berpeluang Tidak Sesuai Target

0
564
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA- Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Menilai target pendapatan negara pada APBNP 2017 maupun 2018 tetap di hantui ancaman shortfall atau kekurangan penerimaan pajak . Sehingga memicu extrafall pemerintah untuk mengejar penerimaan pajak yang justru menekan optimisme dunia usaha.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Sulistyo, mengatakan akan ada ancaman shortfall pajak di APBN 2017 karena hingga September 2017 realisasi penerimaan pajak hanya mencapai 60% dari target, apalagi di 2018 tidak akan ada program Teks Amesti. Kalau target penerimaan di akhir 2017 tidak tercapai 100%, maka ada peluang di 2018 penerimaan pajak tidak terealisasi sesuai target.

“Kalau kemudian shortfall masih besar, sangat mungkin di 2017 itu tidak tercapai 100%, berarti apa penerimaan dalam target APBN pun sebetulnya sangat mungkin tidak mencapai 100%, artinya sebetulnya, angkanya, mungkin kalau di kompering dengan nantinya akan terealisasi dari APBN 2017, itu mungkin diatas 10% target itu,” ujar di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/10).

Eko berpendapat pilkada dapat memberikan implikasi positif terhadap aktivitas ekonomi mikro di tahun 2018.

“Namun, secara makro, aktivitas ekonomi tersebut hanya menyumbang 1 persen bagi pertumbuhan ekonomi. Jauh berbeda dengan kontribusi pengusaha swasta yang mampu menyumbang 57 persen,” katanya.

Akibatnya, perekonomian Indonesia pada 2018 baru akan bergeliat pada semester kedua. Geliat ekonomi pada semester kedua 2018 tersebut juga tidak akan bertahan lama seiring dengan pemilihan presiden yang akan diselenggarakan pada 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here