Gubenur DKI Jakarta Dilaporkan ke Kepolisian

0
455
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Organisasi sayap PDI-P, Banteng Muda Indonesia (BMI) melaporkan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) terkait terkait ucapan Pribumi saat pidato di Balai Kota, pada Senin (16/10) kemarin.

“Kami dengan semangat pemuda Indonesia, kami dari Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta hari datang konsultasi dengan pihak Polda Metro Jaya melaporkan Anies Baswedan terkait pidato yang kemarin disampaikan,” ujar Wakil Ketua Bidang Hukum Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta Ronny Talapessy, di lokasi, Selasa (17/10).

Ronny menjelaskan, apa yang disampaikan Anies itu tak sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998. langkah hukum yang mereka ambil terkait dengan konteks hukum karena dikhawatirkan pidato Anies Baswedan akan menjadi bola liar.

“Kita sudah mempelajari mengenai impress 26 tahun 98, mengenai larangan memakai kata-kata pribumi dan non pribumi dalam berbagai kegiatan, kebijakan atau penyelenggaraan urusan pemerintahan, serta kemudian di Undang-Undang no 40 tahun 2008 juga mengenai larangan ungkapan kebencian terhadap suku atau golongan tertentu,” ucapnya.

Menurut Ronny Talapessy, pihaknya pun memperkarakan pidato tersebut karena diduga memuat unsur pidana.

Karena itu pihaknya melayangkan laporan kepada Polda Metro Jaya karena pidato yang kemarin disampaikan saudara Anies Baswedan itu dinilai memuat unsur ujaran kebencian. Namun, laporan ini tidak diterima oleh Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya mengarahkan BMI agar membuat laporannya di Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato politik pertamanya di hadapan ribuan warga Jakarta yang hadir di Balai Kota, Anies menyebut penindasan di Jakarta cukup nyata dengan adanya kolonialisme. Dia juga sempat menyinggung perihal pribumi dalam pidatonya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here