Kemenpora Optimis Sarjana STAI Al Hikmah Mampu Menjaga Keutuhan NKRI

0
976
Asisten Deputi III Kemenpora Bidang Sentra dan SKO, Teguh Raharjo (putih) berfoto bersama dengan para sarjana STAI Al Hikmah Tuban, Jawa Timur, Minggu (15/10)

LIPUTAN1.COM, TUBAN-Sekitar 100 mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hikmah (STAI Al Hikmah) Tuban, Jawa Timur resmi meraih gelar Sarjana usai mengikuti rangkaian acara Wisuda yang diselenggarakan pada Minggu (15/10).

Acara ini sendiri dihadiri langsung Rektor, Dekan dan para petinggi STAI Al Hikmah, serta mendapat perhatian khusus dari Kemenpora yang diwakili oleh Asisten Deputi III Kemenpora Bidang Sentra dan SKO Teguh Raharjo.

Selain ikut hadir dan menyaksikan kelulusan para mahasiswa, Teguh Raharjo yang mendapat tugas mewakili Menpora Imam Nahrawi juga memberikan orasi ilmiah didepan para mahasiswa serta seluruh para petinggi STAI Al Hikmah dengan tema “Meneguhkan Peran Pemuda Dalam Membendung Radikalisme di Bumi Nusantara”.

“Pemuda sebagai subyek pembaharu tidak boleh salah memilih dan melangkah, khususnya dalam memilih komunitas,  pengetahuan dan ruang expresi. Jangan sampai, dengan alasan pembaharuan, menghancurkan identitas Bangsa. Mengingat bangsa Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya, agama dan ras, yang tidak akan lepas dari fenomena perbedaan pendapat atau cara pandang. Untuk itulah pada persoalanan ini pemuda mempunyai peran penting, terutama yang mempunyai intelektualitas dan kesadaran berbangsa dan beragama yang mantap. Dan perlu disadari bersama bahwa generasi muda sekarang identik dengan perkembagan tehnologi berbasis IT. Tentunya keadaan ini berpotensi mampu merubah segalanya,” kata Teguh dalam orasinya.
Terkait keberhasilan STAI Al Hikmah Tuban yang sukses mencetak para sarjana pada tahun ini, Teguh Raharjo mengaku senang dan bangga, karena keberhasilan tersebut membantu melahirkan generasi pemuda yang handal dan memiliki kualitas untuk berkarya demi nusa dan bangsa.
“Tentunya kehadiran para wisudawan dan wisudawati ini menjadi aset regenerasi Indonesia berikutnya, namun ini semua belum berakhir dalam sebuah perjuangan, karena di luar kampus masih banyak yang harus dilakukan untuk mengiplementasikannya secara langsung, dan pengetahuan yang dimiliki saat ini harus terus dikembangkan dan tidak menyerah untuk terus mencari dan mencari yang baru. Selain itu kedepan harus aktif melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk sesama manusia di muka bumi ini, terlebih untuk mengabdikan diri untuk Indonesia dengan melahirkan prestasi,” tutur Teguh.
“Terpenting para para wisudawan dan wisudawati ini harus mampu mengemban tugas, yaitu menjaga keutuhan NKRI dengan nilai-nilai kerja keras, semangat tinggi ditengah era teknologi yang sangat pesat dan mampu mengancam budaya Indonesia,” tambah Teguh.
Menanggapi hal ini, Rektor STAI Al Hikmah, Hj. Nurotun Mumtahanah, S.ag M.Pdl mengaku senang dengan perhatian Kemenpora yang mau ikut serta menghadiri proses wisuda dan memberikan orasi untuk memotivasi para sarjana baru demi mengembang tugas secara langsung di dunia kerja, serta kepada masyarakat secara keseluruhan.
“Tentunya dukungan Kemenpora ini memberikan motivasi kepada lulusan STAI Al Hikmah, untuk menghadapi dunia kerja, serta mengiplementasikannya pengetahuan yang dimiliki secara langsung kepada masyarakat luas,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here