Survei Vox Populi Tempatkan La Nyalla Unggul di Pilgub Jatim

0
460
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) mulai menunjukkan nama-nama tokoh yang layak menjadi Gurbernur periode 2018-2022. Hasil survei Vox Populi Survei mencatat Pilkada Jatim mengkerucut pada empat nama yang layak maju sebagai bakal calon Gubernur Jatim.

Dalam survei yang dilakukan pada 28 September hingga 6 Oktober 2017, empat nama kandidat yakni La Nyalla Mataliti, Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa dan Syaifullah Yusuf bersaing ketat. Keempat tokoh tersebut selalu unggul dari simulasi dengan tokoh-tokoh lainnya yang berpontesi bakal calon gubernur seperti Nurwiyatno, Nurhayati Assegaf dan Abdullah Azwar Anas.

Dengan simulasi pertanyaan terbuka kepada 1225 responden secara spontan dengan pertanyaan kepada responden “Siapa yang akan saudara pilih dari tujuh tokoh jika pemilihan Gubernur dilakukan hari ini?” maka respon dari 1225 respoden memberikan pilihan pada La Nyalla sebesar 26,4 persen, menempatkan La Nyalla pada urutan pertama pada tingkat elektabilitas tokoh bakal calon Gubernur Jatim. Kemudian urutan Kedua ditempati oleh Tri Rismaharini dengan tingkat elektabilitas 21,3 persen, dan peringkat ketiga ditempati Khofifah Indar Parawansa sebesar 20,1 persen.

“Sedangkan Syaiffulah Yusuf sebagai petahana Wakil Gubernur JawaTimur Hanya dipilih sebanyak 14,3 persen saja,” ujar Direktur Eksekutif Vox Populi Survei, Anugrah Kurniawan, Selasa (10/10).

Kandidat lainnya, Abdullah Azwar Anas mendapat 3,2 persen, Nurwiyatno 2,1persen dan Nurhayati Assegap 1,8 persen. Sedangkan yang diam atau tidak menjawab sebanyak 10,8 persen.

Sementara dari jawaban responden pada kuisioner dengan pertanyaan “Setelah saudara menyatakan tentang keadaan Ekonomi Keluarga, Penilaian Kinerja Pemprov Jawa Timur serta harapan saudara terhadap Gubernur Jawa Timur penganti Sukarwo, serta latar belakang sosok Gubernur Jawa Timur yang diinginkan saudara, maka tokoh mana dari ketujuh tokoh yang akan saudara pilih dan layak sebagai Gubernur Jawa Timur Jika nanti pemilihan Gubernur diadakan pada bulan Juni 2018?” Lagi-lagi nama La Nyalla menjadi pilihan yang terbanyak yaitu 29,4 persen dengan alasan karena La Nyalla dengan segudang pengalamannya sebagai pengusaha dan kepemimpinannya di organisasi-organisasi nirlaba seperti PSSI, KADIN, HIPMI dan berbagai Ormas dan asosiasi.

“La Nyalla sinilai akan sangat mampu menciptakan Pemerintahan yang bisa memberikan solusi bagi warga Jatim seperti terbukanya lapangan kerja yang lebih luas dan iklim investasi yang kondusif. Membuka jaringan pemasaran produk-produk Jatim khusus dari sektor UKM ke mancanegara, serta meningkatkan kebutuhan akan ketersedian air bersih, fasilitas pendidikan dan Kesehatan yang murah dan terjangkau,” papar Anugrah Kurniawan.

Sementara dari jawaban respoden Tri Rismaharini dipilih sebanyak 22,1 persen dari 1225 responden dengan alasan pengalaman sebagai PNS birokrat dan Walikota Surabaya akan bisa memperbaiki kinerja Pemerintahan Jawa Timur yang lebih baik, dan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur.

Khofifah Indar Parawansa mendapat suara 19,2 persen dari 1225 Responden. Alasannya, karena Khofifah dianggap memiliki kemampuan untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat seperti rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin dan anak-anak jalanan.

“Dan dari 1225 responden hanya 12,3 persen yang memilih Syaifullah Yusuf dengan alasan Syaifullah Yusuf akan mampu meneruskan kepemimpinan Sukarwa yang sudah dua periode Syaifullah Yusuf jadi Wagubnya Sukarwo,” tambah Anugrah Kurniawan.

Sedangkan tiga tokoh lainnya seperti Abdullah Azwar Anas dipilih sebanyak 4,1 persen, Nurwiyatno dipilih sebanyak 2,1 Persen Dan Nurhayati Assegaf 1,4 persen dan sisanya tidak memilih sebanyak 9,4 persen.

Dalam survei juga ditemukan kalau Pilgub Jawa Timur baru diketahui oleh sebanyak 64,3 persen masyarakat Jawa Timur. Di dalam survei didapati harapan yang paling tinggi dari masyarakat Jawa Timur terhadap Gubernur penggantinya Sukarwo sebanyak 37,2 persen berharap Gubernur Jawa Timur akan bisa menciptakan iklim usaha yang aman dan meningkat serta menghasilkan pembukaan lapangan kerja baru, fasilitas kesehatan yang murah dan berkualitas sebanyak 20,3 persen, fasilitas pendidikan 16,2 persen, pembangunan infrastruktur 13,1 persen, dan fasilitas air bersih yang murah 13,2 persen.

“Survei ini dalam menentukan penarikkan sample mengunakan metode multistage random sampling yang didasarkan pada jumlah populasi pemilih di Jawa Timur yang diperkirakan akan mencapai 32 juta pemilih, dengan Tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,8 persen,” pungkas Anugrah Kurniawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here