INASGOC, Selaraskan Kebutuhan Venue dan Athlete Village dalam Rapat Koordinasi

0
253
Istimewa
LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Dalam upaya menselaraskan kepentingan semua bagian di Panitia Pelaksana Asian GAmes 2018 (INASGOC) yang berkaitan dengan venue pertandingan dan athlete village, Koordinator Goverment Relations menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Kunjungan Venue Asian Games XVIII/2018 yang berlangsung di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Rakor yang dibuka oleh Sekjen INASGOC, Eris Herryanto dan dihadiri koordinator Goverment Relations, Raja Parlindungan Pane, Direktur Venue & Environment, Syahrier Nawir itu diikuti seluruh departemen dan koordinator terkait. Dalam sambutannya, Eris menekankan rapat ini penting karena venue dan athlete village memiliki keterkaitan dengan banyak bagian di INASGOC.
“Tak hanya koordinasi, tapi rakor ini membahas pula penentuan anggaran untuk 2018 yang harus dimulai bulan Oktober ini, lalu kepastian tentang arena pertandingan agar tak ada lagi perubahan. Selain itu, dalam rapat ini juga dibahas kegiatan bagian atau departemen yang belum tertangani dan mengatur kesimbangan antara sarana dan prasarana di lokasi pertandingan,” ujar Eris yang menambahkan agar rakor ini mampu memfinalisasi arena pertandingan Asian Games 2018.
Menurut Raja Parlindungan Pane, dari berberapa kali kunjungan ke berbagai venue pertandingan di DKI Jakarta, Palembang, dan Jawa Barat pihaknya menyimpulkan perlu satu pintu koordinasi untuk menampung dan mencari solusi atas kepentingan yang beragam dari setiap departemen dan koordinator terhadap arena kompetisi.
“Diharapkan rakor ini akan memperjelas seluruh venue pertandingan, lalu semua kepentingan dari departmen dan koordinator yang berkaitan dengan venue tersebut terakomodir seluruhnya. Kita harus bekerja lebih cepat di waktu yang menyisakan 10 bulan lagi,” ungkapnya.
Menurut Gatot Tetuko yang mewakili Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK), rakor ini memberikan kejelasan final mengenai alokasi venue pertandingan. “Sekarang sudah jelas. mana venue squash dan venue untuk mountain bike. Jadi kami tinggal menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Meskipun kami akan menghadapi tantangan berupa waktu yang kian singkat,” jelasnya.
Hingga kini, tak kurang dari 60 venue pertandingan dan 20 venue latihan diperlukan untuk menunjang Asian Games 2018. Semua venue menyebar di tiga wilayah, DKI Jakarta, Palembang, dan Jawa Barat yang dikategorisasi sebagai Jakarta Suburb.
Bagi Satgas Infrastuktur Asian Games 2018 yang diwakili oleh J. Lubis, pihaknya mengharapkan rapat koordinasi terus digelar agar setiap perubahan dan perkembangan berkaitan dengan venue bisa langsung cepat dicarikan jalan keluar jika muncul persoalan di lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here