Menyusuri Pesona Sungai Way Besay Lewat Bamboo Rafting Tournament 2017

0
503
Istimewa
LIPUTAN1.COM, LAMPUNG-Provinsi Lampung terus berpromosi wisata daerahnya melalui event festival. Kali ini, Festival Bamboo Rafting Tournament 2017 yang digelar untuk  kedua kalinya yakni mulai tanggal 7-9 Oktober 2017 di Kampung Wisata Gedung Batin Desa Wisata Gedung Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Bambu rafting adalah menyusuri sungai dengan rakit bambu dan melewati berbagai rintangan.”Festival ini digelar sebagai bentuk support Pemkab mengembangkan daerah kami namun memiliki potensi wisata yang bagus. Seperti destinasi sungai Way Besay, yang perlu kita sentuh dan dibantu promosinya,” kata Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya.
Dikatakan Adipati Surya, aktivitas lomba sport tourism yang memacu adrenalin ini menawarkan hal baru bagi wisatawan ke Way Kanan. Bamboo Rafting  ini akan menjadi destinasi petualangan baru, melengkapi destinasi wisata lainnya. Turnamen Bamboo Rafting ini akan menyusuri sungai Way Besay dengan jarak tempuh 4,2 Km dari jembatan gantung dusun Tiga Serangkai menuju kampung wisata Gedung Batin dengan menempuh jarak 2 sampai 3 jam hingga finish di Kampung Banjar Sari.
Selain 120 peserta dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Jakarta dan tuan rumah Lampung, lomba Bamboo Rafting ini juga diikuti 27 Wisatawan Mancanegara. “Peserta utamanya adalah komunitas-komunitas penggerak pariwisata Nusantara, Bloger-vloger dan wisatawan mancanegara,” lanjut Bupati. Even ini juga akan diramaikan oleh komunitas sepeda Lampung melalui Fun Bike XC, komunitas Trail Lampung melalui Trail Track Adventure, aksi menanam dan kuliner khas Way Kanan pijok-pijok. Juga tersedia cinderamata berupa gelang batu mulia khas Way Kanan, kriya kayu ornament Lampung Way Kanan dan pertunjukan musik tradisional Gamolan.
“Kita berharap even ini semakin memperkenalkan oabyek wisata Sunga Way Besay juga kampung wisata Gedung Batin sehingga menjadi destinasi unggulan Lampung sebagai bagian dari industri pariwisata nasional yang menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara, meningkatkan devisa dan memberi multiplier efek ke berbagai sektor lainnya,”harapnya.
Way Besai adalah tempat wisata yang terletak di Kabupaten Lampung Barat serta memiliiki potensi wisata olahraga arung jeram. Salah satunya adalah Sungai Way Besay di wilayah Kecamatan Sumber Jaya. Sungai ini memiliki panjang sekitar 113 kilometer, 7 kilometer di antaranya telah dikembangkan sebagai jalur rafting. Sungai Way Besay yang mengelilingi kampung Gedung Batin merupakan habitat monster ikan air tawar langka yakni ikan Wallago lerii sp, golongan cat fish, penduduk lokal menyebutnya ikan Tapah. Masyarakat setempat mendapatkan rekor ikan terbesar pada tahun 2006 dengan berat 160 kg.  Memancing ikan Tapah masuk dalam kategori perburuan dikenal dengan sebutan  Fishing Extreme bagi pemancing dunia.
Di hulu,  Way Besay memiliki arus yang cukup deras dengan didasari oleh batuan ukuran sedang dan besar, sehingga tergolong jeram grade 1. Karenanya sungai ini ramai digunakan sebagai arena Arung Jeram,  River Tubing dan Bamboo Rafting. Sementara itu, Kampung wisata “lestari” gedung batin menawarkan wisata ekologi dan budaya perkampungan tradisional Lampung Way Kanan. Merupakan satu diantara kampung tua di kabupaten Way Kanan, di sini masih bisa kita lihat peninggalan budaya nenek moyang dari arsitektur khas Lampung Tempo Doeloe sampai perabotan-antik sebagai penghias ruangan.
Atraksi di kampoung wisata Gedung Batin kental bermuatan kearifan lokal  dan petualangan yakni Bamboo Rafting, tubing di sungai Way Besay sekaligus edukasi sejarah dan budaya serta edukasi lingkungan yang mampu menarik minat semua kalangan baik wisatawan lokal, regional, nusantara maupun mancanegara.
Menpar Arief Yahya berharap event itu ramai dikunjungi orang. “Ini unik yaa, rafting menggunakan bambu, menguji adrenalin dan menjadi daya tarik tersendiri,” kata Menpar Arief Yahya. Di sisi lain, menyusuri sungai dengan rafting bambu ini juga mempunyai dampak positif bagi perekonomian dan sosial budaya masyarakat yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.”Tinggal bagaimana mengemas atraksinya dan memviralkannya agar festival ini semakin digemari masyarakat dan mendunia, dan jangan lupa agar semua ini juga dikemas di sosial media,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here