Nania dan Dave Solution Siap Gebrak Festival Crossborder Skouw Jayapura

0
488
Istimewa
LIPUTAN1.COM, SKOUW – Pasar Skouw kini bukan hanya jadi basis aktivitas perekonomian masyarakat sekitar. Sekarang, pasar di wilayah tapal batas dengan Papua Nugini itu telah disulap Kementerian Pariwisata menjadi ajang silaturahmi warga kedua negara bertetangga. Bagi yang penasaran, silakan datang ke Skouw di Papua, 5 Oktober 2017. Ada Festival Crossborder Skouw Jayapura yang sudah siap menanti di sana.
Menteri Pariwisata Arief Yahya memang tak ingin membuang peluang sekecil apapun untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (Wisman) dari border area. Salah satunya yang akan dilakukan terhadap negara tetangga, Papua Nugini, yang berbatasan langsung dengan Papua.
“Kuncinya adalah musik, seni-budaya, dan kuliner. Karena itu, Crossborder Festival tidak hanya dilakukan di Bintan, Batam di Kepri, Atambua dan Wini di NTT, Aruk, Entikong dan Sambas Kalbar, tapi juga untuk menggaet pasar Papua,” kata Menpar Arief Yahya, Selasa (3/10).
Arahan ini langsung diterjemahkan dengan action nyata di Divisi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar. Dan tema yang dipilih untuk agenda 5 Oktober nanti adalah musik. Sudah ada Nania dan Dave Solution yang ikut digandeng untuk meramaikan Festival Crossborder Skouw Papua. “Untuk menciptakan keramaian atau crowd
memang perlu bahasa universal. Dan musik adalah salah satu jawabannya. Kekuatan musik sangat dahsyat,” timpal Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi, Selasa (3/10).
Berkaca dari pengalaman menggelar even crossborder di Kepri, Kalbar dan NTT, Diakuinya, saat promosi pariwisata via musik memang kerap sangat ampuh mendatangkan puluhan ribu  orang. Di cross border Atambua, ada Kikan, Slank, Jamrud yang pernah diboyong Kemenpar. Di Kalbar, ada Wali dan Cita Citata yang ikut mengawal border area. Di
cross border Papua sendiri, ada Steven Jam yang pernah digandeng. Hasilnya? Semua agenda cross border berhasil meriah, tidak pernah sepi.
“Yang penasaran silakan datang ke Skouw di Papua. Dijamin Anda bakal
happy,” tambahnya.
Di border area Skouw nanti, warna reggae dan rock akan terdengar sangat nyaring. Pilihan dua jenis warna musik ini bukan tanpa sebab. Di wilayah perbatasan Papua-Papua Nugini itu, penggemar reggae dan rock sangat kuat dan solid. Bahkan fanatik.
“Ibarat berdagang, kita menyediakan apa yang masyarakat butuhkan. Dan di Skouw Papua nanti, reggae dan rock jawabannya,” lanjut Esthy yang diamini Hendry Noviardi.
Di deretan pertama, ada West Papua Dave Solution Reggae. Ini salah satu band anak muda terbaik yang dimiliki Papua. “Mereka ini generasi penerus group musik asal tanah Papua yang telah berkibar di republik ini, bahkan manca negara, seperti Black Brothers, Black Sweet, Coconut, Black Papas, Rio Grime dan Abresso,” timpal Hendry Noviardi.
Selain itu, ada Nania, penyanyi Solo pemenang ketiga Indonesia Idol season ke-4. “Penyanyi ini sangat suka membawakan musik-musik trash metal. Konser musik juga akan semakin lengkap dengan kehadiran band asal Papua Nugini Mixmate Band (PNG). Jadi tunggu apalagi, catat tanggalnya. Semua mata dan telinga pasti akan tertuju ke Skouw yang akan menjadikan suasana pasti bertambah semarak, panas dan tentunya
spektakuler akan gemerlapnya konser musik nanti ,” ujarnya berpromosi.
Bagi Menpar Arief Yahya, menggelar even pariwisata di Skouw diyakini akan membuat wilayah crossborder ini akan kian berkembang. Pantai berpasir putih keabuan yang ada di dekat Skouw juga diyakini bakal ikut ngehits lantaran banyak orang yang akan mengarahkan pandangan ke destinasi di bibir lautan Pasifik itu. “Cross border tourism banyak manfaatnya, terutama negara yang punya perbatasan darat.
Benchmarkingnya bisa dilihat dari Belanda yang sukses mendatangkan 18 juta wisatawan, 13 juta di antaranya berasal dari negara tetangganya seperti Jerman, Belgia, dan Perancis. Indonesia yang punya banyak perbatasan darat, mulai dari Papua, NTT, dan Kalimantan, sangat mungkin mengadopsi keberhasilan Belanda,” ungkapnya.
Efek ekonominya pun diyakini bakal dahsyat. “Kalau ada banyak orang Papua Nugini yang datang dan membelanjakan uangnya di Indonesia, ekonomi masyarakat setempat kan ikut bergerak. Perekonomian lokal akan hidup. Jadi silakan datang ke Skouw dan nikmati keindahan Wonderful Indonesia di border area,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here