Inilah Penyebab Anjlok Gerbong KRL Comuterline

0
345

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Direktur Utama PT Kereta Commuterline Indonesia Muhammad Nurul Fadhila menyatakan peristiwa anjloknya 1 gerbong KRL Comuterline (gerbong wanita) pagi tadi terjadi karena terindikasi gangguan sistem.

“Kita menemukan indikasi ada gangguan di sistemnya, sehingga posisi roda jatuh tadi, yang depan mengarah ke Sudirman yang belakang mengarah ke Cikini, jadi situasi seperti itu akan anjlok,” ujar Fadhil di Kantor Kepala Stasiun Manggarai, Selasa (3/10).

Fadhil menuturkan bahwa Stasiun Manggarai memang dalam proses revitalisasi diantaranya pada dua hari yang lalu sudah dilakukan proses switch over persinyalan. Ia mengatakan semuanya sudah melawati pengujian safety assesment sebelum dioperasionalkan.

“Dua hari yang lalu dilakukan switch over persinyalan dari yang lama ke baru untuk membuat frekuensi perkeretapian, perjalanan kereta api lebih efisien, dan semua sudah melewati safety assesmentsehingga dioperasionalkan,” tutur Fadhil.

Fadhil menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi pagi dimana 1 gerbong KRL Comuterline Jabodetabek dari Bogor tujuan Angke adalah mengalami double spoor dalam isitilah perkereta-apian.

“Bahwasanya pada hari ini tanggal 3 Oktober 2017 jam 7.40 berdasarkan laporan BPKA Stasiun Manggarai, KA 1507 Comuterline Bogor tujuan Angke anjlok ‘2 AS’, rangkaian kereta paling belakang, dengan posisi roda menuju arah Sudirman, roda belakang munuju arah Cikini, dalam istilah perkeretapian’double spoor’,” jelasnya.

Disamping itu menurut informasi dari pihak Komunikasi Comuterline Indonesia mengatakan bahwa gerbong KRL yang anjlok sudah berhasil dievakuasi oleh petugas.

“Proses evakuasi Gerbong Kereta Api (KA) 1507 yang mengalami anjlok di Stasiun Manggarai sudah selesai,” kata Vise President Comunications PT. KCI Eva Chairunisa melalui keretangan tertulis yang diterima Rayapos.com Selasa siang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here