Indonesia Terus Kejar Investasi Berbasis Ekspor

0
544
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Bank Indonesia (BI) menilai, saat ini Indonesia membutuhkan investasi berbasis ekspor (export oriented), guna meningkatkan ekonomi di Tanah Air. Sebab, kemampuan industri keuangan di Indonesia untuk mendanai ekonomi Indonesia.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengungkapkan, perbankan nasional hanya mampu mendanai 35% dari kebutuhan produk domestik bruto (PDB) nasional. Padahal, negara lain seperti Malaysia memilliki kemampuan lebih besar yaitu sekitar 70%.

Sebab itu, Indonesia membutuhkan investasi berbasis ekspor. Karena, Indonesia memerlukan cadangan devisa (cadev) yang kuat.

“Dari mana PDB Indonesia? Dari foreign fund. Capital market Indonesia totalnya besar, tapi investor dalam negeri dibanding luar negeri mungkin fifty-fifty. Jadi foreign funding itu penting sekali. Dan foreign funding semua asalnya dari devisa, pada waktu keluar dia bawa devisa. Karena itu ekonomi Indonesia butuh export oriented food dan jasa,” katanya dalam acara Rakornas Kadin, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Menurutnya, saat ini ekspor barang dan jasa Indonesia masih jauh lebih kecil dari utang pemerintah dan swasta. Jika dibanding penerimaan ekspor, utang luar negeri Indonesia mencapai 127%, sedangkan negara lain seperti Filipina hanya sekitar 65%.

“Jadi, kalau kita utang luar negeri dibanding export goods dan services itu sekitar 172%. Sedangkan tetangga kita Filipina hanya 65%. Jadi, dia ekspornya banyak, utang boleh, tapi untuk utang luar negeri, kita harus punya devisa yang kuat,” imbuh dia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here