Pembinaan dan Pembentukan Karakter Atlet SKO Libatkan Tenaga Ahli

0
604

LIPUTAN1.COM, BOGOR-Perhelatan Pembinaan dan Pembentukan Karakter Atlet Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) yang diselenggarakan Kemenpora ternyata melibatkan pihak berpengalaman dan profesional untuk memberika materi kepada para siswa.
Perhelatan yang diselenggarakan oleh Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, serta Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan SKO, Teguh Raharjo ini dilakukan sejak 28 September hingga 1 Oktober mendatang, di Sentul, Bogor.
Tercatat Kemenpora bekerja sama dengan beberapa pihak terkait untuk memberikan materi selama perhelatan tersebut, seperti LADI, BNN, Paspampres dan motivator.
“Kemenpora tidak berhenti mempersiapkan atlet berkualitas, melalui perhelatan ini kami ingin para atlet muda bisa bentuk karakter atlet yang tangguh dan disiplin, sehingga bisa meraih prestrasi,” kata Teguh Raharjo, ketika dihubungi Liputan1.com di Jakarta, Sabtu (30/9).

Perhelatan ini sendiri diikuti 156 peserta yang duduk di SMP dan SMA SKO Ragunan, serta didampingi 14 pelatih. Tentunya melalui pelaksanaan pembentukan karakter ini bisa melahirkan atlet berkualitas, tidak hanya dari sisi kemampuan, namun dari mental.
“Penyelenggaraan berkerjasama dengan  Citra Samudra Consultan. Penyampain materi dari  Ketua Umum LADI Dr.dr Djun Djuanedi tentang bahaya penggunaan dopping, lalu daru BBN ada Hanny Hendrany yang memberikan materi tentang bahaya narkoba. Materi Motivasi berprestasi dan keterampilan Public speaking dari motivator profesional Yasier Ambar Utama. Sementara untuk pembekalan disiplin, penanaman jiwa patriotisme dan nasionalisme, keberanian, pantang menyerah, rasa korsa diberikan melalui materi di lapangan PBB, Psikologi Lapangan, Survival, HFF (high fine to fighter-red), Mounterneering, Orienteering, dengan instruktur dari Paspampres,” kata Kepala Bidang SKO, Pura.
“Kegiatan ini sendiri merupakan kegiatan wajib diikuti bagi atlet-atlet SKO Ragunan. Tujuannya adalah menanamkan jiwa nasionalisme/patriotisme, disiplin, pantang menyerah motivasi berprestasi untuk mengibarkan  merah putih di dunia internasional, serta kebersamaan,” tambah Pura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here