Jakarta Masuk Daftar Kota Wisata Pertumbuhan Investasi Tahunan Tercepat

0
514
Istimewa

LIPUTAN1.COM-Kajian yang dilakukan perusahaan multinasional finansial Mastercard menyebutkan bahwa Jakarta termasuk ke dalam peringkat lima besar kota wisata dengan pertumbuhan pengembalian investasi tahunan (CAGR) tercepat di Asia Pasifik.

“Sebagai wilayah dengan pertumbuhan tercepat dalam pariwisata internasional, tidak diragukan bahwa sektor perjalanan Asia Pasifik akan terus menjadi pendorong utama dari pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut,” kata Senior Vice President Mastercard Adivors Asia Pasifik Eric Schneider dalam siaran pers, Jumat(29/9).

Menurut dia, peningkatan jumlah perjalanan baik untuk berwisata maupun bisnis ke kawasan ini memberikan sebuah arahan penting bagi pihak pemerintah maupun swasta untuk melakukan investasi pada jaringan serta infrastruktur cerdas yang dapat memberikan pengalaman yang sempurna bagi para penduduk setempat dan wisatawan.

Di studi bertajuk “Mastercard Global Destination Cities Index 2017”, terungkap bahwa sektor perjalanan dan pariwisata di Asia Pasifik kembali mendominasi tingkat kedatangan pengunjung.

Sedangkan dalam kota dengan pertumbuhan CAGR tercepat pada periode 2009-2016 di kawasan Asia-Pasifik, Osaka memimpin sebagai kota dengan pertumbuhan tercepat dengan 24,0 persen, yang didorong oleh pertumbuhan yang kuat pada tingkat pengunjung dari sejumlah negara termasuk Amerika Serikat, China, Malaysia, dan Korea Selatan.

Empat kota wisata dengan pertumbuhan tercepat berdasarkan CAGR periode 2009-2016 (yang posisinya berada di Jakarta) secara berturut-turut adalah Osaka (Jepang), Chengdu (Republik Rakyat China), Kolombo (Srilangka), dan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab).

Selain itu, menurut kajian Mastercard, masuknya Jakarta dan Hanoi ke dalam 10 kota teratas dengan pertumbuhan tercepat menggarisbawahi peningkatan penting Asia Tenggara sebagai sebuah hub perjalanan kunci.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana di Jakarta, Selasa (19/9), mengutarakan harapannya agar wisata kuliner dan belanja mampu menjadi salah satu daya tarik Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini.

Sementara itu, CEO Panorama Group Budi Tirtawasa mengatakan, aktivitas wisata MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) berpeluang menjadi andalan untuk meningkatkan pendapatan devisa sektor pariwisata mengingat pengeluaran pelancong bisnis tersebut rata-rata tiga kali lebih besar dari wisman biasa.

“Spending money (pengeluaran uang) wisatawan MICE di Asia Tenggara rata-rata mencapai tiga setengah kali dibandingkan ‘leisure’. Bahkan di Eropa bisa tujuh kalinya,” kata Chairman Indonesia Convention and Exhibition Bureau (Inaceb), Budi Tirtawisata pada Incentive Travel & Convention Meetings (IT&CM) Asia di Bangkok, Rabu (27/9).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here