Kembangkan Potensi Atlet SKO, Kemenpora Helatkan Pembinaan dan Pembentukan Karakter

0
825
Deputi III Kemenpora BIdang Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta didampingi Asisten Deputi Sentra dan SKO, Teguh Raharjo saat membuka Pembinaan dan Pembentukan Karakter Atlet SKO di Sentul, Bogor, Kamis (28/9).

LIPUTAN1.COM, BOGOR-Kemenpora tampaknya terus mempersiapkan pembinaan para atlet Sekolah Khusus Olahragawan (SKO), tidak hanya melalui pembinaan namun dari sisi mental para siswa.

Perhelatan yang diselenggarakan oleh Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, serta Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan SKO, Teguh Raharjo ini dilakukan sejak 28 September hingga 1 Oktober mendatang, di Sentul, Bogor.

Menurut Raden Isnanta, program Pembinaan dan Pembentukan Karakter ini dilakukan demi membentuk pembinaan atlet yang masih duduk di tingkat SMP/SMA, sehingga melahirkan atlet yang tangguh.

“Character building merupakan bagian penting dari proses pembinaan olahraga.
Karakter positif merupakan fondasi kuat bagi atlet untuk menuju pengembangan bakat yang lebih tinggi. Merujuk pada kondisi tersebut maka diklat SKO perlu penguatan fondasi tersebut.¬† Pembinaan karakter yang digelar di Bogor ini terutama diprioritaskan pada siswa yang baru masuk atau terseleksi tahun 2017 ini. Pemahaman tentang nilai-nilai olahraga harus ditumbuhkan seperti nilai kebersamaan, persaudaraan, disiplin, sportivitas, jujur, dal lain sebagainya,” kata. Raden Isnanta ketika dihubungi Liputan1.com di Jakarta, Jumat (29/9).

Perhelatan ini sendiri diikuti 156 peserta yang duduk di SMP dan SMA SKO Ragunan, serta didampingi 14 pelatih. Para peserta digemleng instruktur yang diisi dari TNI, Paspampres, Kopasus, dan Marinir. Tentunya melalui pelaksanaan pembentukan karakter ini bisa melahirkan atlet berkualitas, tidak hanya dari sisi kemampuan, namun dari mental.

“Banyak atlet-atlet berbakat atau atlet potensial gagal mempertahankan kehebatannya karena tidak cukup kuat karakter dan mentalnya menghadapi pujian yang berlebih, godaan lingkungan yang semakin menguat, dan berbagai penghambat lainnya. Kesombongan kadang tidak tertahankan. Percaya diri yang berlebihan itu semua menyangkut masalah mental atlet. Kondisi mental yang kuat inilah yang harus dipersiapkan dari sejak masuk diklat olahragawan berbakat SMP/SMA Negeri Ragunan,” tegas Raden Isnanta.

Sementara itu menurut Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan SKO, Teguh Raharjo menilai bahwa Kemenpora fokus mempersiapkan semua kebutuan atlet, ini dilakukan agar atlet yang lahir dari SKO Ragunan menjadi atlet andalan, yang nantinya mampu berprestasi untuk bangsa.

“Kemenpora dalam pembinaan atlet muda yang kita harapakan akan menjadi atlet andalan Indonesia di masa mendatang, untuk itulah perlu sekali persiapan terkait ¬†pembinaan Character building, sehingga atlet akan memiliki kepribadian dan mental yang lebih bagus ¬†terutama menanam jiwa Nasionalisme untuk membela Merah Putih,” kata Teguh Raharjo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here