Presiden Jokowi Ingin Perguruan Tinggi di Indonesia Waspadai Infiltrasi Ideologi Tertentu

0
335
Istimewa

LIPUTAN1.COM, BALI-Presiden Jokowi mengingatkan para pemangku kepentingan di kampus-kampus untuk mewaspadai ancaman infiltrasi ideologi tertentu, misalnya radikal, yang bisa saja sedang mengintai generasi-generasi muda bangsa saat ini.

“Sekarang ini telah terjadi infiltrasi ideologi yang ingin menggantikan Pancasila, ingin memecah belah kita. Karena keterbukaan yang tidak bisa kita hindari,” kata Presiden Jokowi dalam acara Deklarasi Kebangsaan Perguruan se-Indonesia Tinggi Melawan Radikalisme, di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, Selasa (26/9).

Infiltrasi tersebut, menurut Jokowi, muncul dengan dengan cara-cara baru, halus, lembut, dengan pendekatan yang akrab, dan sering menyentuh hati hingga membuat rakyat seolah lupa bahwa sebenarnya mereka telah memiliki Pancasila sebagai ideologi yang harus ditaati.

Presiden menegaskan agar kampus jangan sampai menjadi tempat penyebaran ideologi anti-Pancasila dan ideologi radikal.

“Jangan sampai kampus-kampus menjadi lahan penyebaran anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika. Oleh sebab itu, kita harus basmi radikalisme agar persatuan dan persaudaraan makin kuat,” tambahnya.

Ia kemudian mengusulkan seluruh pimpinan perguruan tinggi agar memasukkan pembinaan ideologi Pancasila dalam kurikulum pendidikan, ekstra kurikuler, maupun kegiatan dalam tempat kerohanian atau tempat ibadah. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa toleransi mahasiswa terhadap sesama.

“Harus diajarkan toleransi, persaudaraan, jangan sampai menjadi ladang intoleransi. Tanamkan sejak penerimaan mahasiswa baru bahwa keberagaman adalah sumber kekuatan kita,”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here