Kemenpora Tidak Henti Kembangkan Pengalaman Atlet

0
392
Kemenpora Lepas Tim Pelajar U-17 Ke Subroto Cup, di PPIKON, Jakarta, Kamis (14/9)

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Fokus pembinaan atlet ternyata menjadi kunci utama bagi Kemenpora untuk melahirkan pemain serta tim berkualitas untuk membela nama Indonesia. Dengan rangkaian program yang dipersiapkan tersebut, Kemenpora memang menjadi salah satu rantai utama bagi regenerasi atlet masa depan Indonesia, dari berbagai cabor.

Kontribusi tersebut terlihat dari pembinaan SKO, PPLP, PPLPD, Liga Sepak Bola Pelajar, Liga Remaja, bahkan hingga Liga Santri. Semua dipersiapkan dengan konsep pembinaan secara menyeluruh dan berkolaborsi baik dengan federasi maupun pihak swasta.

Khusus cabor sepak bola, Kemenpora terlihat sangat serius untuk membina atlet usia muda. Dengan konsep memberikan pengalaman bertanding, Kemenpora menyertakan berbagai tim binaan untuk mengikuti kejuaraan di Internasional.

Tercatat ada yang menghasilkan kesuksesan dan kegagalan. Seperti tim pelajar U-18 baru-baru ini yang sukses mempersembahkan peringkat II Liga Pelajar Asia. Namun ada juga kegagalan, seperti tim pelajar U-17 di Subroto Cup, India, dimana hanya berada diperingkat II grup, kalah selisih gol.

“Kemenpora melihat pembinaan atlet sebagai kunci utama, meski ada kesuksesan dan kegagalan, tapi itu semua proses menuju kesuksesan, karena menciptakan atlet berkualitas tidak dengan kemenangan, namun perlu juga kegagalan. Maka melalui keikutsertaan kompetisi di Internasional menjadikan pengalaman penting,” kata Asisten Deputi III Kemenpora Bidang Sentra dan SKO, Teguh Rahrjo kepada Liputan1.com di Jakarta, Senin (25/9).

Tercatat tim pelajar U-17 hanya meraih posisi runner up di Grup F, Subroto Cup di India dengan mengumpulkan poin 9, usai meraih tiga kemenangan dan satu kekalahan. Dimana tim yang diisi berasal dari SKO Ragunan Indonesia ini sukses mengalahkan Assam dengan skor 3-1, membungkam tim kuat asal India, Mizoram (2-1), mengalahkan Gujarat (7-1), dan kalah dari tim Nepal (0-2).

Hasil membuat tim pelajar Indonesia memiliki poin sama dengan tim Mizoram, namun setelah dihitung tim Indonesia menempati peringkat 2 karena kalah produktifitas 1 gol dari Mizoram. Hasil ini membuat langkah tim pelajar U-17 terhenti, dimana sesuai regulasi hanya juara grup yang dapat melaju ke quarter final.

“Keikutsertaan cabang sepakbola U-16 SKO Ragunan pada kejuaraan Soebroto Cup 2017, merupakan salah satu tahapan pembinaan atau training to train, sebelum memasuki tahapan selanjutnya yaitu training to compete yang kami laksanakan sebagai pembekalan pada atlet-atlet yang baru untuk memperoleh atmosfir pertandingan yang bersifat internasional. Kami memilih kejuaraan ini, karena diikuti oleh banyak negara, dimana masing-masing negara mempunyai karakter permainan tersendiri. Dari kejuaraan ini kami dapat mengevaluasi kemampuan atlet di ajang internasional, serta menyusun program pembinaan selanjutnya. Tim inilah yang nantinya akan menjadi pengganti dari kakak-kakaknya yang telah terlebih dahulu menunjukan prestasinya. Untuk kedepannya, masih banyak yang kami harus dibenahi untuk menyosong kejuaraan resmi pelajar internasional,” tambah Kabid SKO Ragunan, Pura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here